Pemerataan Pasokan BBM, Pertamina Genjot Terus Digitalisasi SPBU | dapurpacu.id

Pemerataan Pasokan BBM, Pertamina Genjot Terus Digitalisasi SPBU

Pertamina pastikan pasokan BBM baik jenis gasoline maupun gasoil aman untuk 22 hari ke depan.

DAPURPACU – Pertamina mengklaim proses digitalisasi SPBU bakal tuntas pada pertengahan tahun 2020. Tak hanya itu, Pertamina juga bakal mengembangkan Pertashop yang akan menjangkau desa-desa di seluruh Indonesia.

Perusahaan minyak dan energi milik negara ini mengakui bahwa kebutuhan tiap SPBU-nya berbeda-beda tergantung posisi dan tingkat besarnya konsumsi dari masyarakat setempat.

Melalui digitalisasi SPBU inilah pemerataan pasokan bakal terlihat dan transparan. Pada empat tahapan kerja terdapat kemajuan signifikan. Dari total 5.518 SPBU, seluruhnya telah tuntas disurvei.

Selanjutnya yang memasuki tahapan Civil Work sebanyak 98%, sementara untuk pemasangan instalasi Automatic Tank Gauge (ATG) sebesar 77% dan IT telah mencapai 72%.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid menjelaskan program ini merupakan upaya Pertamina meningkatkan layanan kepada konsumen dengan memantau ketersediaan, penjualan BBM dan transaksi di SPBU dengan data yang real time.

Outlet Pertashop jadi solusi bagi masyarakat yang jauh dari SPBU.

“Dengan sistem digital, seluruh proses penyediaan BBM di SPBU terpantau dengan baik dan data itu dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas,” ujar Mas’ud.

“Sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM, termasuk BBM bersubsidi seperti Biosolar (B30) dan Premium,” terangnya dalam siaran resmi.

Dia pun mengingatkan bahwa sistem ini sebagai jawaban tantangan di era digital, yaitu digitalisasi di seluruh lini bisnis, dari hulu hingga hilir. Dengan begitu Pertamina memastikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat.

Selain itu, Pertamina juga memastikan ketersediaan BBM juga tersalurkan dan menjangkau ke pelosok, melalui mini outlet atau Pertashop dengan kualitas dan harga BBM yang sama seperti dengan SPBU besar.

Pertashop merupakan program pengembangan dari Program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/area/kecamatan satu SPBU mini.

Mas’ud menambahkan, dari 7.196 kecamatan di Indonesia pembangunan, mereka menargetkan pembangunan Pertashop di 3.827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG.

“Untuk mempercepat realisasi pembangunan jaringan mini outlet ini, Kami telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Dalam Negeri dan membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia.”

Skema Investasi SPBU Pertamina
Kepada mitra, lanjut Mas’ud, Pertamina mengembangkan dua pola investasi yakni Pertamina yang berinvestasi dan desa yang menjalankan, atau desa yang melakukan investasi dan ada rasio pembagian keuntungan.

Ada tiga kategori konsep Pertashop yang ditawarkan yaitu Gold, Platinum dan Diamond. Untuk versi Gold berkapasitas 3.000 liter per hari dengan luasan lahan sekitar 144 m2. Sementara lokasi dari desa menuju SPBU lebih dari 10 km atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Adapun jenis Platinum, berkapasitas 3.000 liter, luas lahan 200 m2 dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Sedangkan jenis Diamond berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, luas lahan 500 m2 dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Bagi masyarakat yang berminat dan siap bermitra dalam pembangunan Pertashop harus melalui enam tahapan, yakni proses pengajuan dan selanjutkan akan melalui verifikasi dan pengurusan administrasi perijinan ke Pemda.

Bila proses ini telah terpenuhi, selanjutnya mitra dapat mengajukan desain dan memulai pembangunan. Setelah itu, kontrak kerja sama dengan Pertamina akan berlangsung hingga 20 tahun.

“Pertamina juga terus memperluas penyaluran BBM di wilayah 3T dengan melanjutkan Program BBM Satu Harga, targetnya 500 titik hingga 2024. Khusus tahun ini ditargetkan akan dibangun 83 titik,” pungkas Mas’ud. [dp/MTH]