Tips Ringan Rawat Mobil Berfitur Digital Saat PSBB | dapurpacu.id

Tips Ringan Rawat Mobil Berfitur Digital Saat PSBB


DAPURPACU – Pembatasan gerak mulai dari social/physical distancing dan PSBB yang terjadi di beberapa wilayah termasuk di DKI Jakarta, membuat beberapa rutinitas mau tidak mau tertunda. Terlebih bagi pemilik kendaraan.

Dengan kondisi ini praktis membuat kendaraan pribadi hanya parkir saja di rumah dan jarang untuk digunakan. Meski begitu, Astra Peugeot memastikan lini produknya tidak akan bermasalah bila dalam kondisi tersebut.

Pemilik kendaraan dapat melalukan perawatan mandiri selama di rumah, dan caranya sangat mudah untuk dilakukan secara mandiri.

Untuk langkah awal, agar mobil yang berhenti lama tetap harus sering dipanaskan (engine on). Lakukan tiap 1-2 hari sekali, tujuannya agar performa aki tetap stabil.

Seluruh indikator akan terlihat pada speedometer.

Seperti diketahui mobil-mobil modern banyak menggunakan komponen elektrikal dengan banyak sekali fitur-fitur digital yang akan sangat bergantung pada arus listrik aki sebagai sumber utamanya.

Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak, Jakarta Selatan, mengatakan dengan memanaskan mesin secara rutin, kondisi kendaraan bisa terpantau baik fungsi mesin maupun fitur-fitur lainnya.

Baca juga:  Daihatsu Ajak Konsumen Seru-seruan Bareng di Medsos

“Semua bisa dipantau cukup mudah dengan melihat kondisi indikator di panel spidometer, tanpa harus membuka kap mesin,” tutur Rafi’i, dalam siaran resminya.

“Adapun indikator yang bisa dipantau diantaranya temperatur mesin, tekanan oli, kualitas aki, sistem ABS dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Indikatornya, saat temperatur kerja mesin mencapai 80-90 derajat, maka cooling fan akan aktif atau berputar. Kemudian kipas pendingin radiator juga akan off secara otomatis jika suhu mesin sudah mencapai kondisi ideal kembali.

Saat itulah proses pemanasan mesin sudah bisa diselesaikan. Perlu diingat saat memanaskan mesin kendaraan, sebaiknya posisi knalpot atau bagian belakang mobil mengarah ke luar pagar atau garasi rumah langsung menuju udara bebas.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari asap knalpot terkumpul di udara sekitar rumah tanpa terjadi sirkulasi udara yang baik.

Periksa kondisi air radiator, air wiper dan minyak rem.

Berikutnya mengecek langsung kondisi mesin melalui ruang mesin. Misalkan saat mengecek volume dan kondisi oli, dapat dilakukan dengan melihat deepstick atau batang pengukur oli. Selain itu, cek kondisi air radiator, air wiper, serta minyak rem.

Baca juga:  Mengenal Lebih Jauh Lahirnya Desain Peugeot i-Cockpit®

Karena mobil kerap berhenti ada baiknya rajin mengecek batas servis berkala melalui buku servis. Untuk servis berkala idealnya per 10.000 km atau 1 tahun.

Jika melewati batasan servis, khusus di mobil Peugeot akan terdengar bunyi dan muncul lampu indikator ‘Kunci’ menyala. Itu artinya pemilik mobil harus segera melakukan servis perawatan berkala bagi kendaraannya. [dp/MTH]