Lama Tak Digunakan, Perhatikan Hal ini Sebelum Mobil Dipakai | dapurpacu.id

Lama Tak Digunakan, Perhatikan Hal ini Sebelum Mobil Dipakai


DAPURPACU – Pemerintah berencana bakal melakukan relaksasi sosial yang disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal. Dengan kebijakan ini memberikan ruang pada masyarakat untuk memulai aktivitas seperti biasa.

Meski begitu, pemerintah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap aktivitas yang bakal kembali dijalankan oleh masyarakat nantinya.

Di sisi lain, setelah sekian lama terkungkung dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada baiknya lakukan pengecekan terlebih dulu kondisi kendaraan Anda.

“Menjalani New Normal yang butuh mobilitas kembali, AutoFamily harus memastikan mobil yang lama tidak dipakai dalam kondisi yang prima,” ujar Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000, Sabtu (30/5).

Menurut Ricky ada beberapa rangkaian pengecekan yang harus dilakukan oleh pemilik mobil untuk memastikan kendaraan Toyota miliknya siap beroperasi. Berikut pemeriksaan yang harus dilakukan.

1. Pemeriksaan Sebelum Mesin Dinyalakan
Pengecekan awal tentunya pada tekanan angin ban. Jangan sampai kurang karena akan membahayakan saat dipakai. Termasuk memeriksa kondisi ban serep.

Pastikan pula tidak ada penghalang di kolong mobil yang bisa mengganggu, seperti ganjal ban, tetesan oli, atau bahkan binatang seperti kucing yang tidur, termasuk potensi ada binatang di kolong spatbor dan ruang mesin lantaran mobil tidak pernah dijalankan.

Buka kap mesin dan periksa ketinggian oli mesin lewat dipstick. Pastikan ketinggian oli mesin berada di antara high dan low. Perhatikan pula warna dari oli mesin, bila warnanya berubah seperti kopi susu, segera ganti karena ada risiko terkontaminasi oleh air.

Baca juga:  PSBB Lagi, Perhatikan Kondisi Bodi Mobil

Walaupun mobil tidak dipakai, namun AutoFamily harus tetap mengganti oli mesin sesuai waktu yang ditentukan oleh buku pedoman servis. Lakukan pula pengecekan pada cairan lain seperti air radiator, washer wiper, minyak rem, dan air aki.

Pastikan kecukupan cairan tersebut dan tidak ada kebocoran yang bisa menimbulkan masalah. Periksa kondisi terminal aki, sambungan dan jalur kabel karena ada risiko digigit tikus saat dibiarkan di dalam garasi, lanjut kekencangan fan belt untuk menjamin semua dapat beroperasi dengan baik saat dipakai.

2. Pemeriksaan Setelah Mesin Dinyalakan
Sebelum mesin dinyalakan, coba nyalakan klakson dan mainkan lampu luar mobil. Jika mati, berarti ada masalah di sistem kelistrikan dan harus diperiksa lebih jauh sebelum mesin dinyalakan.

Putar kunci kontak ke ON, dan lihat apakah ada lampu indikator yang mati. Kalau aman, nyalakan mesin mobil dan biarkan beberapa saat supaya oli mesin bersirkulasi dengan baik, yang ditandai oleh putaran mesin lebih stabil. Perhatikan seksama, apakah ada suara aneh timbul? Segera periksa sumbernya jika ada.

Perhatikan kembali lampu indikator di balik kemudi, apakah ada yang abnormal seperti mati atau berkedip-kedip? Jika tidak, coba fungsikan fitur-fitur mobil seperti lampu, audio, dan AC secara bersamaan untuk memastikan tidak ada masalah di sistem kelistrikan.

Baca juga:  Odometer Mobil di Atas 50.000 km, Perhatikan Komponen ini

Termasuk pula mainkan tombol power window di seluruh kaca, lampu sein, dan wiper depan-belakang untuk memastikan seluruhnya berfungsi normal.

3. Pemeriksaan Berkendara
Sebelum dibawa jalan, cobalah mainkan pedal gas. Apakah terdeteksi suara mesin yang aneh seperti tersendat-sendat atau putaran mesin tidak stabil ketika idle?

Pantau pula indikator untuk berjaga-jaga andai tiba-tiba ada lampu yang nyala. Masukkan gigi ke D untuk transmisi otomatis atau gigi 1 untuk transmisi manual, dan rasakan apakah ada masalah saat proses dijalankan.

Maju perlahan dan injak rem sedikit untuk memastikannya bekerja dengan baik. Setelah yakin aman, baru ajak mobil berjalan keliling lingkungan rumah sembari memperhatikan bila ada gejala masalah.

Jalankan mobil dalam kecepatan normal, dan pastikan seluruh perangkat bekerja dengan baik, seperti rem dan setir. Periksa indikator bahan bakar dan segera isi ke SPBU kalau kurang dari setengah, untuk mengurangi risiko tangki bensin terkontaminasi oleh uap air.

4. Protokol Kesehatan New Normal
Penerapan AKB atau New Normal menuntut pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, termasuk saat mengendarai mobil seperti kewajiban menggunakan masker dan jumlah penumpang yang hanya boleh 50% dari kapasitas normal.

Baca juga:  Odometer Mobil di Atas 50.000 km, Perhatikan Komponen ini

Siapkan masker di laci dasbor sebagai cadangan dan hand sanitizer di panel pintu untuk dipakai membersihkan tangan saat masuk dan keluar mobil.

Sediakan produk interior cleaner dan exterior cleaner untuk membersihkan bagian mobil yang sering dipegang seperti hendel pintu, tutup tangki bensin, dan area kokpit seperti setir, tuas transmisi, dan rem parkir.

Produk interior dan exterior cleaner dalam bentuk Car Care Kit dapat AutoFamily beli dan pesan di website Auto2000 sehingga AutoFamily cukup di rumah saja.

5. Manfaatkan THS – Auto2000 Home Service


Bagi pemilik kendaraan yang tak ingin repot menjalankan prosedur pengecekan di atas, Auto2000 menyediakan layanan THS – Auto2000 Home Service untuk melakukan servis berkala sekaligus pengecekan kondisi kendaraan pelanggan.

Petugas THS akan memastikan mobil Toyota milik konsumen siap untuk dipakai. Selain itu, konsumen bisa memanfaatkan program ‘Ramadhan THS Peduli’, di mana mekanik akan melakukan check-up mobil gratis sekitar 50 item pengecekan.

Bagian yang diperiksa merupakan part yang punya peran penting dan harus diperhatikan kondisinya. Untuk bisa mendapatkan layanan ini bisa booking service melalui Auto2000 Digiroom.

“Layanan THS – Auto2000 Home Service siap melaksanakan tugas pengecekan dan servis kendaraan Anda. Segera booking layanan ini dengan mengakses website Auto2000.co.id,” pungkas Ricky. [dp/MTH]