Tuntutan Ekspor, Pabrik Suzuki ini Resmi Beroperasi | dapurpacu.id

Tuntutan Ekspor, Pabrik Suzuki ini Resmi Beroperasi


DAPURPACU – Suzuki Indonesia secara bertahap mulai mengoperasikan kembali beberapa pabriknya mulai 26 Mei lalu, untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Hal sejalan dengan mulai berangsur pulih pasar internasional dari dampak pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Suzuki Indonesia telah menghentikan sementara aktivitas di ketiga pabriknya di beberapa wilayah sejak 13 April sampai 22 Mei.

Namun, Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales, mengakui tidak semua pabrik dioperasikan kembali, mengingat hanya fokus untuk produksi ekspor saja.

“Pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar jumlahnya bisa ditingkatkan,” ujar Itayama, dalam siaran resminya, Jumat (29/5).

Meski telah dioperasikan, Suzuki Indonesia memastikan tetap menjalankan Suzuki Hygiene Commitment dan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah untuk seluruh karyawannya.

“Ini adalah langkah kami untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau New Normal, sambil terus mendukung perekonomian Indonesia,” tambahnya.

Baca juga:  Suzuki Catat Peningkatan 2,6% di Pasar Mobil Nasional
Hanya pabrik Suzuki Tambun 2 yang masih belum beroperasi, karena memproduksi model untuk pasar domestik.

Dari ketiga pabrik, yaitu di Cakung, Cikarang, dan Tambun yang terbagi menjadi Tambun 1 dan Tambun 2, hanya pabrik Tambun 2 menjadi area yang belum akan beroperasi.

Hal ini dikarenakan pabrik tersebut merupakan lokasi produksi model-model yang lebih banyak ditujukan untuk pasar domestik, seperti New Carry Pick Up, APV, dan Karimun Wagon R.

Sementara di lokasi pabrik lainnya, Suzuki memastikan seluruh kegiatan operasional dipantau dengan ketat dan memenuhi regulasi pemerintah mengenai physical distancing.

Karyawan dipastikan mengenakan masker, selalu mencuci tangan, hingga menjaga jarak aman dengan karyawan lainnya. Suzuki membagi jadwal makan siang di pabrik menjadi 2 shift, sehingga tidak terjadi penumpukan orang, serta membuat sekat di atas meja makan.

Selain itu, di beberapa lokasi kerja yang tidak memungkinkan untuk dilakukan physical distancing, seperti di line production, dipasangi sekat di antara karyawan untuk meminimalkan risiko penularan virus.

Baca juga:  Suzuki Catat Peningkatan 2,6% di Pasar Mobil Nasional

Menurut Itayama, di samping memprioritaskan kualitas ekspor dan pelayanan ke pelanggan, Suzuki juga tetap fokus pada keamanan dan keselamatan karyawan.

“Kami berupaya optimal mendukung perekonomian Indonesia dan memprioritaskan kualitas layanan untuk pelanggan. Namun, keselamatan dan kesehatan karyawan juga tetap menjadi fokus kami,” pungkasnya. [dp/MTH]