Kelaman Digantung, Ini Tips Ringan Rawat Baju Balap | dapurpacu.id

Kelaman Digantung, Ini Tips Ringan Rawat Baju Balap

PT Astra Honda Motor (AHM) mengumumkan 12 pebalap muda bertalenta binaan Astra Honda di Jakarta (4/2) yang akan berjuang untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang balap nasional maupun internasional pada musim balap tahun ini.

DAPURPACU – Absennya sejumlah agenda balap nasional, tidak lantas membuat para pebalap urung pula melakukan sesuatu untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari fisik hingga kelengkapan yang digunakan saat balapan.

Tak terkecuali bagi para pebalap yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT), tetap bersiap diri menghadapi balapan bila agenda disisa tahun ini jadi digelar.

Selain mempersiapkan fisik demi kebugaran tubuh, mereka juga menjaga kondisi wearpack (baju balap) agar tetap nyaman kala digunakan kembali.

Wearpack yang lama digantung tidak berarti tetap nyaman saat digunakan lagi. Karena lama tak dipakai, para pebalap punya trik atau cara khusus agar penutup tubuh tersebut tetap terawat, nyaman dan siap pakai, serta tentu saja bersih.

Herjun Atna Firdaus, yang tahun ini siap berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat.

Selain menjemurnya setelah pemakaian, pebalap berusia 15 tahun ini telah menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembap, dengan harapan jamur menjauh.

”Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap putra kelahiran Pati, Jawa Tengah, dalam keterangan resminya.

Cara lebih kompleks juga dilakukan Lucky Hendriansyah. Pebalap yang juga turun di ARRC kelas AP250 ini rajin melakukan beberapa hal terkait wearpack agar tetap nyaman dan selalu siap pakai.

Sudah menjadi kebiasaan pemuda asal Sidrap, Sulawesi Selatan itu untuk tak mencuci baju balap. Dirinya hanya membersihkan menggunakan lap basah setelah pemakaian.

”Tapi sebelumnya, saya selalu menyemprot angin (bertekanan tinggi/ menggunakan kompresor) pada bagian dalamnya. Setelah itu, bahan kulitnya dibersihkan pakai leather lotion care. Kalau jeda lama seperti sekarang, saya simpan di ruangan yang tak terkena matahari langsung dan tak lembap,” jelas Lucky.

Trik yang hampir serupa dilakukan Rheza Danica Ahrens, pebalap yang tahun ini masih berlaga di kelas SS600 ajang ARRC. Langkah pertama yang selalu dilakukannya adalah sebisa mungkin mengeringkan bagian dalam yang terkena keringat.

“Bisa dengan cara didiamkan atau dijemur, atau bisa juga dengan memberi semprotan angin bertekanan tinggi,” imbuhnya.

Langkah lain yang membedakan cara Rheza dengan yang lain adalah membersihkan bagian luar yang berbahan kulit dengan bahan khusus agar debu atau jamur tak menempel. Caranya bisa dengan dilap atau disikat pelan.

”Setelah semua proses itu, kalau tidak dipakai lama seperti saat ini, saya selalu memberinya pelembap agar bagian kulit tetap lentur saat akan dipakai. Nah, bagian dalamnya setelah kering disemprot dengan pewangi dan anti bakteri,” pungkasnya. [dp/MTH]