Gaikindo 'Nyerah', GIIAS Surabaya Resmi Dibatalkan | dapurpacu.id

Gaikindo ‘Nyerah’, GIIAS Surabaya Resmi Dibatalkan


DAPURPACU – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan GIIAS Surabaya, yang semula dijadwalkan bakal digelar pada 2-6 September.

Keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi pandemi secara nasional khususnya di kota itu, terus menunjukkan tren peningkatan cukup signifikan.

Seperti diketahui, dari empat agenda tahunan GIIAS 2020 series, Gaikindo terpaksa harus ‘menggugurkan’ penyelenggaraan di dua kota yaitu Medan dan Makassar, serta mengonsentrasikan pada dua kota berikutnya, di Surabaya serta di BSD City.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO, menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian GAIKINDO terhadap pesebaran pandemi Covid-19 di Indonesia, dan khususnya di Surabaya.

Padahal menurutnya, berdasarkan data yang dikumpulkan Gaikindo hingga Juni lalu, Nangoi mengklaim industri otomotif saat ini telah siap untuk mulai bangkit kembali.

“Sebuah keputusan berat bagi kami untuk membatalkan GIIAS Surabaya 2020. Namun, kesehatan masyarakat khususnya di Jawa Timur tetap menjadi prioritas kami,” kata Nangoi dalam rilis resminya, Kamis.

Nangoi menjelaskan, dengan ‘gugurnya’ pelaksanaan GIIAS Surabaya, Gaikindo akan lebih fokus untuk tetap menggelar The 28th GIIAS 2020, BSD-CITY, Tangerang.

Hal ini dilakukan sebagai ajang yang memberikan dorongan yang dibutuhkan industri otomotif Indonesia, di tengah pelemahan penjualan kendaraan bermotor dalam tiga bulan terakhir ini.

“Kami akan tetap berupaya mendukung pemulihan industri otomotif skala nasional dengan berlangsungnya GIIAS 2020 di BSD-City. Karena kami yakin penyelenggaraannya akan menjadi momentum yang sangat tepat untuk Industri otomotif menunjukkan performa mereka,” pungkasnya.

Gaikindo telah memutuskan untuk penyelenggaraan GIIAS Surabaya akan kembali dilangsungkan tahun depan.

Persiapan Protokol Kesehatan
Di sisi lain, Ketua III Gaikindo, Rizwan Alamsjah mengeklai penundaan ini demi alasan kepedulian pada angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya.

“Sebagai tindakan pencegahan pandemi Covid-19 menjadi semakin luas kami putuskan untuk lebih fokus mempersiapkan di GIIAS 2020, di BSD-CITY. Hal ini dilakukan agar seluruh peserta bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik,” ungkap pria yang juga menjadi ketua penyelenggara GIIAS 2020 series.

GIIAS 2020 BSD-City, Tangerang, digelar pada 22 Oktober – 1 November.

Lahkag persiapan tersebut menurut Rizwan juga terkait dengan protokol kesehatan ketat yang harus diberlakukan terkait kondisi dan situasi pengamanan Covid-19.

Protokol ini bukan hanya diberlakukan untuk seluruh pengunjung, namun juga kepada peserta dan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pameran, seperti pihak venue pameran, para pekerja stand, penyedia makanan dan transportasi.

“Protokol kesehatan sedang dipersiapkan bersama. Kami ingin semua pihak melakukan persiapan dengan detil, sehingga pameran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman untuk seluruh pengunjung,” tuturnya lagi.

“Semoga situasi pandemi ini dapat segera teratasi, dan GIIAS 2020 di BSD-CITY dapat berjalan sesuai rencana, mendorong industri kembali berjalan dan bertumbuh,” tutup Rizwan.

Pelaksanaan 28th GIIAS 2020 BSD-City dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober – 1 November 2020, di Indonesia Convention Exhibtion (ICE), Tangerang Selatan. [dp/MTH]