Pahami Sistem Kelistrikan Mobil Agar Tetap Stabil | dapurpacu.id

Pahami Sistem Kelistrikan Mobil Agar Tetap Stabil


DAPURPACU – Perawatan kendaraan seperti mobil tidak hanya sebatas pada tampilan eksterior maupun interiornya saja. Banyak juga komponen yang membutuhkan perhatian khusus, seperti sistem kelistrikan misalnya.

Aki merupakan komponen penting untuk menjaga sistem kelistrikan mobil. Tak cukup hanya dengan menghidupkan mesin belaka. Bila mesin mendadak sulit dinyalakan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

Jika engine starter mampu memutar mesin namun tidak mau hidup, artinya ada kendala di mesin. Bisa dikarenakan berkurangnya suplai bahan bakar atau udara atau kendala di komponen pengapian.

Tapi kalau gejalanya disebabkan oleh aki yang tekor atau soak, sebaiknya pemilik mobil Eropa khususnya Peugeot semua tipe jangan memaksa menghidupkan mesin. Karena jika dipaksa akan muncul masalah pada sistem elektronik kendaraan.

Samsudin, Aftersales Support Astra Peugeot menjelaskan, secara umum, aki Peugeot terbagi dalam tiga jenis yakni tipe L1 390 Ampere, tipe L2 480 Ampere dan tipe L3 720 Ampere.

Baca juga:  Punya Mobil Berwarna Gelap? Perhatikan Hal Kecil ini

“Mekanisme kerjanya 42 ampere/jam untuk L1, 60 Ampere/jam pada L2 dan terakhir, L3 hingga 70 Ampere/jam. Secara umum baterai yang digunakan adalah type L2 karena sudah mampu mengakomodasi kebutuhan kelistrikan pada kendaraan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kebutuhan standar kelistrikan ini sudah dikalkulasi oleh Peugeot. Di luar itu atau penambahan daya dalam kendaraan, kerap membuat pasokan listrik ekstra. Contohnya, penambahan sistem audio hingga lampu-lampu yang jelas menyedot sumber kelistrikan.

“Untuk penambahan audio atau lampu-lampu atau perlengkapan lainnya, sebaiknya dikonsultasi ke bengkel resmi untuk bisa mengatasi masalah kelistrikan mobil. Bila tidak, hal ini bisa menggugurkan garansi mobil,” tukas Samsudin.

Jika aki bermasalah, sebaiknya jangan lakukan cranking mesin atau engine starter lebih dari tiga kali. Hal itu akan menimbulkan masalah pada sistem elektronik kendaraan.

Risiko terparah bila dilakukan adalah program pada ECU dan BSI (Built-in System Interface), atau kontrol elektronik sistem kendaraan bakal mengalami locked dan sistem kelistrikannya tidak stabil.

Baca juga:  Punya Mobil Berwarna Gelap? Perhatikan Hal Kecil ini

Bisa jadi, sumber listrik kendaraan yang berasal dari aki akan terganggu alias tidak stabil. Artinya, kemampuan komponen internal pada aki yang bertugas menyimpan energi listrik (hasil kerja altenator) sudah tidak maksimal.

“Fungsi aki adalah menyimpan dan mengalirkan arus listrik sesuai kebutuhan komponen yang akan difungsikan. Jika kondisi aki mulai tidak stabil, begitu engine off setelah mobil dijalankan, maka tegangan yang tersimpan tidak akan ideal lagi,” pungkasnya.

Saat Anda hendak menyalakan lagi, biasanya mesin mobil jadi susah atau malah tidak mau hidup. Untuk menyalakan mesin mobil, memang butuh tegangan dan arus listrik sangat besar. Salah satu indikasinya suara dinamo starter terdengar lemah.

Tanda-tanda mobil tidak mau nyala juga terasa sama seperti aki kurang setrum. Biasanya hal ini beda penyebab. Jika aki kurang daya karena usia pemakaian, sedangkan kurang setrum bisa disebabkan energi terbuang saat mesin tidak hidup atau terjadi kendala pada altenator. [dp/MTH]