Upaya ExxonMobil Tetap Terhubung Dengan Konsumen di Masa Pandemi | dapurpacu.id

Upaya ExxonMobil Tetap Terhubung Dengan Konsumen di Masa Pandemi


DAPURPACU – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, sejumlah aktivitas rutin ‘dengan sukarela’ harus diminimalisir, guna meredam penyebarannya. Terlebih disini dalam urusan bisnis.

Penyesuaian pun dilakukan agar produsen tetap terus terhubung dengan para konsumen. Langkah ini pun dilakukan oleh PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (ExxonMobil Lubricants), yang melihatnya sebagai peluang baru.

Head of Indonesia Lubricants Market Indonesia EMLI, Patrick Adhiatmadja mengakui bahwa 2020 menjadi tahun yang berat dan penuh tantangan akibat pandemi yang sampai kini belum diketahui kapan berakhirnya.

Meski begitu, diakui Patrick tidak mudah untuk menjalani sejumlah aktivitas rutin PT EMLI dalam berbisnis di masa pandemi ini.

Untuk itu, pihaknya akan memanfaatkan tren konsumen yang muncul selama pandemi ini sebagai sebuah peluang, dalam rangka terus dekat dengan para konsumen setia pengguna pelumas karya anak bangsa tersebut.

“Kami akan memanfaatkan peluang tersebut untuk terus berupaya melakukan penetrasi di pasar otomotif Tanah Air. Inilah bukti eksistensi kami kepada konsumen,” ujarnya, disela temu media secara virtual, Rabu (9/9) lalu.

Baca juga:  Akuisisi, Diyakini Pelumas Mobil Bakal Kuat di Indonesia

“Kami terus melakukan berbagai upaya dan penyesuaian diri dengan adaptasi kebiasaan baru ini, agar dapat terus mempertahankan eksistensi di pasar otomotif Indonesia,” tambah Patrick kemudian.

Patrick mengklaim seluruh upaya integrasi jaringan yang dilakukan sejak 2018 pun berjalan sesuai rencana, dan memberikan dampak positif bagi efektivitas dan efisiensi waktu, biaya, serta sejumlah aktivitas operasional lainnya dalam mendistribusikan produk ke pasar.

Sebagai informasi, Federal Lubricants resmi menjadi ‘keluarga besar’ ExxonMobil sejak diakuisisi pada Maret 2018 silam. Dalam melakukan bisnisnya, ExxonMobil tetap memberikan kebebasan kepada merek pelumas buatan lokal itu untuk tetap berniaga, dengan fokus utamanya menyasar pasar roda dua.

Sementara ExxonMobil sendiri membidik segmen pasar premium, baik untuk sepeda motor maupun mobil. Untuk membuktikan keseriusan itu, pelumas merek Mobil diproduksi di pabrik PT Federal Karyatama (FKT), yang berada di kawasan Industri Cilegon, Banten, per Februari 2020 lalu.

Baca juga:  Akuisisi, Diyakini Pelumas Mobil Bakal Kuat di Indonesia

Nantinya, hak pemasaran tetap dipegang oleh PT EMLI. Pabrik FKT itu fokus untuk memproduksi pelumas-pelumas merek Mobil™ dan Federal Oil, pada pabrik berkapasitas 700 ribu barrels per tahun tersebut.

Terkait menjaga eksistensi, Patrick mengatakan bakal terus melakukan tatap muka secara virtual (webinar) dengan konsumennya. Tercatat hingga kini, Webinar yang sudah dijalankan sebanyak 28 kali dan mampu menggapai 5.000 konsumen di seluruh Indonesia.

“Kedepannya kami berharap dapat terus memperluas area, dan memperkuat jaringan pemasaran produk kami, sehingga memberikan dampak pada pertumbuhan pangsa pasar dan pencapaian perusahaan,” tuturnya.

Selain secara virtual, PT EMLI juga melakukan tatap muka secara langsung, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Marketing Director EMLI, Pablo Conrad mengatakan pandemi yang tengah terjadi di seluruh Indonesia tidak menghalangi EMLI untuk tetap terhubung dengan konsumen di Indonesia.

“Kami terus berupaya menghadirkan program-program pemasaran dengan memaksimalkan pemanfaatan media digital, yang hasilnya kami rasakan sangat positif. Kami berharap dan tetap optimis pemulihan perekonomian global dapat segera normal kembali, khususnya di Indonesia,” kata Pablo.

Baca juga:  Akuisisi, Diyakini Pelumas Mobil Bakal Kuat di Indonesia

Adapun sejumlah program yang telah dilakukan selama masa pandemi ini diantaranya layanan servis di rumah, program berhadiah, launching produk baru, edukasi dan seminar mengenai teknologi pelumas melalui media-media digital.

Menurutnya, seluruh program itu pun dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh Pemerintah. [dp/MTH]