Biar Kinerjanya Maksimal, Cek Kondisi Rem Rutin | dapurpacu.id

Biar Kinerjanya Maksimal, Cek Kondisi Rem Rutin

Cek kondisi motor sebelum berkendara.

DAPURPACU – Sistem pengereman merupakan komponen vital dalam berkendara. Bila tidak berfungsi sempurna, sudah bisa dibayangkan bahaya mengancam, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Fungsi utama rem untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Prinsip kerjanya adalah mengubah tenaga kinetik menjadi panas, dengan cara menggesekan dua bidang pada benda yang berputar sehingga putarannya akan melambat.

Hal inilah yang membuat laju perputaran roda kendaraan menjadi pelan atau berhenti, dikarenakan adanya kerja rem sesuai dengan tarikan tuas rem pengendara bagi pemilik sepeda motor.

Namun demikian masih banyak pengendara yang belum bisa menggunakan atau memaksimalkan fungsi kerja rem sepeda motor dengan baik. Tak sedikit juga pengguna sepeda motor yang berpikir, jika ingin menghentikannya cukup tekan tuas rem saja dan kendaraan akan berhenti.

Saat ini ada dua jenis rem yang digunakan yakni tromol dan cakram. Seiring perkembangan jaman, sistem pengereman telah dilengkapi lagi dengan hadirnya fitur CBS (Comby Brake System) dan juga ABS (Anti-lock Brake System).

Baca juga:  Ingat, Cuci Motor Juga Gak Boleh Sembarangan Loh!

Fitur ABS dirancang untuk mencegah roda mengunci pada saat pengereman mendadak atau pengereman di kondisi jalan licin dengan cara mengatur tekanan hidrolik pada sistem pengeremannya.

Meski telah dibekali berbagai fitur di atas, perawatan tetap menjadi kunci utama kinerja pengereman. Baik tromol atau cakram disarankan melakukan pemeriksaan setiap 4.000 km.

Untuk ketebalan kampas rem, bisa dengan melihat indikatornya secara fisik. Namun bila Anda enggan untuk melakukan sendiri, boyong segera motor ke bengkel resmi atau langganan Anda.

“Untuk motor berjenis cakram, perawatan juga bisa dilakukan dengan membersihkan piringan cakram sampai ke bagian lubang anginnya,” ujar Ade Rohman, Technical Service Sub Departmen Head PT Daya Adicipta Motora.

Sementara untuk pemeriksaan rem jenis tromol dapat dilakukan mulai dari mengecek keausan rem tromol, pemeriksaan jarak main bebas handle rem. Tak lupa juga periksa lampu switch rem loh!

Baca juga:  Ingat, Cuci Motor Juga Gak Boleh Sembarangan Loh!

Biasanya untuk rem depan 10-22mm, rem belakang jenis matik 10-22mm, cub dan sport 20-30mm, sedangkan stel jarak main bebas rem apabila tidak standar dapat memutar mur penyetel pada bagian ujung kabel rem.

Untuk rem cakram, pemeriksaan terbagi dalam dua bagian yaitu cara kerja rem hidraulik dan pemeriksaan jika adanya udara palsu di sistem rem hidrolik, dengan langkah awal memposisikan motor pada standar tengah.

Selanjutnya periksa kelancaran putaran roda dua saat tuas rem bebas, jika bisa berputar lancar maka dapat dikatakan normal. Kemudian tekan dan lepaskan tuas rem beberapa kali, putar kembali roda harus berputar lancar.

“Ulangi langkah-langkah tersebut untuk memastikan rem bekerja dengan normal,” ujar Ade, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Jika saat pemeriksaan ada udara palsu, maka hal pertama yang dilakukan adalah menekan dan menahan tuas rem. Dikatakan normal jika tuas rem terasa ada tekanan yang kuat.

Baca juga:  Ingat, Cuci Motor Juga Gak Boleh Sembarangan Loh!

Namun jika ada udara palsu terasa tidak ada tekanan atau kosong, maka disarankan mengganti minyak rem dengan yang baru dan lalukan pemerikaan adanya kebocoran pada sistem rem hidrolik. [dp/MTH]