Rolls-Royce Lanjutkan Program Magang di Tengah Pandemi | dapurpacu.id

Rolls-Royce Lanjutkan Program Magang di Tengah Pandemi


DAPURPACU – Rolls-Royce Motor Cars tidak hanya bergelut pada teknologi terkini dan desain untuk lini model terbaru nan elegan khas Negara Britania. Edukasi teknologi juga ‘disumbangkan’ pada generasi muda.

Kontribusi untuk memberikan edukasi terkait teknologi ini dibuktikan dengan diterimanya sejumlah peserta magang. Program magang dalam skema Sir Ralph Robins Degree Apprenticeships rutin dilaksanakan setiap tahunnya sejak 2006 silam.

Tujuannya tidak lain untuk berkontribusi melatih ketrampilan dan pendidikann teknis di sektor manufaktur. Total ada 18 peserta ‘The Class of 2020’ di tahun ini ke Home of Rolls-Royce di Goodwood, Sussex Barat, Inggris.

Torsten Müller-Ötvös, Chief Executive Officer Rolls-Royce Motor Cars mengatakan, seluruh peserta telah melewati proses seleksi dan mampu menunjukkan potensi terbaik.

“Sungguh mengasyikkan melihat mereka tumbuh dan berkembang, dan menjadi orang-orang cerdas, cakap, dan bertalenta yang dibutuhkan Roll-Royce dan negara untuk sukses di masa depan,” tuturnya.

Meski begitu, Torsten mengakui The Class of 2020 bergabung dalam keadaan yang sangat tidak biasa, karena kondisi pandemi yang masih berlangsung di seluruh dunia.

“Kami bangga masih dapat menjalankan program itu di saat begitu banyak perusahaan membatasi aktivitas serupa, dan lembaga pendidikan di Inggris menghadapi tantangan berat,” tambahnya.

Peserta magang tahun ini datang dari berbagai latar belakang berbeda. Hingga kini secara total lebih dari 150 generasi muda telah ambil bagian dari program magang itu.

Di markas Rolls-Royce, mereka antara dua dan empat tahun untuk belajar mengenai tingkat keterampilan praktis dan teknis bersama spesialis Rolls-Royce, dan memperoleh kualifikasi formal di perguruan tinggi setempat.

Selain program itu, Rolls-Royce Motor Cars menyediakan penempatan industri, yang berlangsung dari enam hingga 12 bulan, untuk lebih dari 50 mahasiswa. Perusahaan juga menjalankan Program Pascasarjana yang sangat sukses, dengan posisi baru tersedia setiap tahun.

“Kami telah membuat banyak perubahan yang diperlukan pada praktik bisnis sebagai tanggapan terhadap pandemi, tetapi mempertahankan skema Magang selalu menjadi prioritas,” tutup Torsten. [dp/MTH]