Suzuki Indonesia Rayakan HUT Emas, Begini Pencapaiannya | dapurpacu.id

Suzuki Indonesia Rayakan HUT Emas, Begini Pencapaiannya


DAPURPACU – Suzuki Indonesia merayakan ulang tahun emas eksistensinya di Tanah Air pada tahun ini. Berbagai pencapaian pun mampu diraih di setengah abad usianya itu.

Prestasi terakhir Suzuki di Indonesia adalah tetap kokohnya Carry Pick Up di posisi teratas di segmen kendaraan niaga ringan, dengan pencapaian 57% secara nasional.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama konsumen, yang selalu mendukung Suzuki hingga mampu menginjak usia ke-50 di Indonesia,” kata President Director PT SIM/SIS, Seiji Itayama disela perayaan secara virtual, Senin (7/12).

Menurutnya, perayaan setengah abad eksistensi Suzuki di Tanah Air sangat istimewa, terlebih saat ini Indonesia masih menghadapi masa-masa sulit di tengah pandemi.

Dari dulu sampai sekarang, lanjut Itayama, pihaknya akan terus berkarya dan berkomitmen memberikan produk-produk dan layanan berkualitas untuk masyarakat.

“Atas dasar komitmen tersebut Suzuki bisa menjadi salah satu merk otomotif terbaik di Indonesia,” paparnya, dihadapan 5.000 karyawan Suzuki yang melihat melalui kanal Youtube resmi Suzuki.

Kunci kesuksesan merek berlambang ‘S’ ini bermula dari motor Suzuki A100 dan ST20. Suzuki memulai bisnisnya di Indonesia pada 1970, yang dibuktikan dengan pabrik perakitan motor di Kali Besar, Jakarta.

Sementara Suzuki juga mulai memperkenalkan produk OBM pada 1971, Kemudian dilanjutkan di tahun 1976 untuk memulai perakitan mobil yaitu ST20 di pabrik Pulogadung, Jakarta Timur.

Hingga kini, Suzuki telah memiliki empat pabrik dan telah memproduksi lebih dari 11 juta unit sepeda motor dan 2,5 juta unit mobil. Kegiatan ekspor pun telah diejawantahkan ke 85 negara dengan total volume lebih dari 1.300.000 unit sampai 2019.

Kegiatan produksi ini mampu menyerap komponen lokal rata-rata di atas 80%, yang dipasok lebih dari 400 perusahaan komponen dalam negeri.

“Saya harap perayaan ini mampu membuat seluruh elemen perusahaan semakin solid agar tetap bisa memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia,” tutup Itayama. [dp/MTH]