Jangan Asal Ngebut di Jalanan di Masa Pandemik ini | dapurpacu.id

Jangan Asal Ngebut di Jalanan di Masa Pandemik ini


DAPURPACU – Pandemi Covid-19 berimbas pada berubahnya kebiasaan hidup sebagian besar masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Faktor kesehatan menjadi hal utama yang dipertimbangkan saat ini.

Pergeseran gaya hidup atau lazim disebut New Normal ini juga diadaptasi saat mengemudikan kendaraan, meski Pemerintah telah menghimbau untuk tetap di rumah saja.

Kondisi itu tidak menutup kemungkinan banyak orang yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah dengan berkendara, seperti untuk bekerja dan berbelanja kebutuhan pokok.

Menanggapi kondisi di atas, Garda Oto coba memberikan beragam edukasi para masyarakat umum, khususnya para pelanggannya, untuk tetap menjaga kesehatan selama di luar rumah.

Pada webinar defensive driving bertema ‘Talks About Defensive Driving After Pandemic: Safe Your Future Now!’, 19 Desember lalu, produk asuransi mobil dari Asuransi Astra ini mengedukasi tentang kebiasaan baru dalam berkendara di kondisi pandemi.

Dengan narasumber Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) yang diadakan pada acara Car Community Meet Up 2020, kegiatan ini diikuti 270 orang dari 40 komunitas mobil.

“Dampak pandemi ini memaksa kita untuk beradaptasi terhadap kebiasaan baru, salah satunya untuk tetap aman dalam berkendara saat pandemi maupun di masa yang akan datang,” ujar L. Iwan Pranoto SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra.

Baca juga:  Slogan 3M ini Harus Dihindari Saat Berkendara di Musim Hujan

Di sini, Garda Oto ingin memberikan informasi tentang bagaimana kebiasaan baru untuk tetap aman dalam berkendara saat pandemi maupun kebiasaan berkendara yang akan timbul setelah pandemi ini berakhir.

Menurut survei Cars.com, dari 516 responden survei, yang berlangsung dari 3-6 Juni 2020, 67% mengatakan pandemi telah meningkatkan kebutuhan mereka akan kendaraan pribadi.

Hal ini dikarenakan mereka menganggap mobil pribadi lebih aman dari ride sharing. Kondisi ini memicu munculnya fenomena weekend driver, atau para pengemudi yang biasanya hanya berkendara di akhir pekan kini menjadi pengendara yang regular (setiap hari).

Ini berarti para pengendara yang saat ini ada di jalan mempunyai pengalaman berkendara yang tidak sesering pengemudi ‘harian’ dan melakukan mobilitas jarak menengah maupun jauh.

Berdasarkan fenomena tersebut, Marcell memberikan beberapa tips agar pengemudi aman berkendara dengan adaptasi kebiasaan baru. Berikut tipsnya:

1. Selalu Gunakan Safety Belt dengan Benar
Berdasarkan fakta yang ditemukan pada pengendara saat pandemi lebih sedikit orang yang menggunakan safety belt. Marcell berpesan agar para pengendara selalu memastikan safety belt selalu terpasang dengan baik sebelum pergi berkendara.

Baca juga:  Slogan 3M ini Harus Dihindari Saat Berkendara di Musim Hujan

Pastikan terdengar bunyi ‘ceklik’ saat kepala safety belt dipasangkan. Selain itu pastikan juga safety belt terpasang dengan rapih, rapat dan rendah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Karena pemasangan safety belt yang benar akan meningkatkan keselamatan berkendara kita sebesar 42 persen,” ucapnya, dalam keterangan resmi Garda Oto, Rabu (30/12) lalu.

2. Bahaya Jalan yang Lengang; Perhatikan Jarak Berhenti
Menurut National Highway Traffic Safety Administration, NHTSA, di Amerika pada April tahun ini, jumlah kendaraan di jalan turun 63% dibanding tahun lalu.

Hal itu mengakibatkan jalanan lebih sepi dan banyak orang mengendarai kendaraannya dengan lebih kencang. Insurance Business America menyebutkan, setidaknya ada 30% peningkatan di mana orang-orang mengemudi lebih dari 100 km/jam dalam satu perjalanan.

Fokus pada kecepatan kendaraan pun menjadi hal yang perlu diperhatikan juga. Selain berpengaruh pada jarak berhenti, semakin tinggi kecepatan mobil dibutuhkan jarak yang semakin jauh agar kendaraan tersebut dapat berhenti.

Jarak berhenti akan bertambah saat kondisi mengemudi berubah. Menurut Marcell, jarak reaksi dan pengereman saat berada pada jalanan yang kering dan jalanan yang basah akan berbeda.

Baca juga:  Slogan 3M ini Harus Dihindari Saat Berkendara di Musim Hujan

“Kecepatan juga akan menambah jarak berhenti, misal pengendara dengan kecepatan 50 km/jam masih bisa berhenti tepat waktu ketika akan menabrak sesuatu yang ada pada jarak 35 meter di depannya, dibandingkan dengan pengendara dengan kecepatan 70 km/jam dengan jarak yang sama,” jelasnya.

3. Kebiasaan Baru Kegiatan Otomotif
· Memastikan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman)
· Menjaga kesterilan eksterior dan interior kendaraan dengan mencuci kendaraan secara rutin
· Meminimalisir kopdar (kopi darat) atau pertemuan langsung berskala besar dan menggantinya dengan pertemuan daring
· Memproteksi dan mengalihkan risiko tinggi kendaraan bermotor dengan asuransi perlindungan kendaraan bermotor atau mobil

Terkait asuransi mobil, pada kondisi seperti saat ini banyak kemungkinan kejahatan yang terjadi akibat menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Banyaknya pengemudi yang ngebut, meningkatkan risiko laka terhadap kendaraan kita saat mengemudi.

Oleh karenanya, tambah Iwan, penting untuk memproteksi kendaraan dengan asuransi sebagai salah satu teknik jitu berkendara aman saat di jalan.

“Berkendara aman saja tidak cukup, kita perlu memproteksi diri dengan mematuhi protokol kesehatan juga memproteksi kendaraan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. [dp/MTH]