Kemenparekraf Dukung Penuh Even Hybrid, Kemungkinan IMX 2021 Bakal Digelar Offline | dapurpacu.id

Kemenparekraf Dukung Penuh Even Hybrid, Kemungkinan IMX 2021 Bakal Digelar Offline

Andre Mulyadi, IMX Project Director

DAPURPACU – Hampir semua sektor industri terdampak cukup signifikan sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia. Tak terkecuali bagi industri otomotif dan modifikasi.

Pada kondisi ini turut mengubah prilaku masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru, salah satunya adalah pemanfaatan dunia digital secara maksimal.

Atas dasar inilah National Modificatior & Aftermarket Association (NMAA) sebagai penggagas Indonesia Modification Expo (IMX) 2020, memanfaatkan konsep daring ajang ini tetap berlangsung.

Di sini, IMX mengubah cara pendekatan dengan para pelaku modifikasi dan aftermarket melalui kegiatan online, sehingga industri modifikasi dan aftermarket dapat tetap bergairah.

Untuk itu, NMAA menggelar acara Forum Group Dicussion (FGD) dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno beserta jajaran Kemenparekraf/Baparekraf sebagai nara sumber beberapa waktu lalu.

Tema yang diangkat kali ini yaitu ‘Industri Aftermarket & Lifestyle’, dengan sub topik “Industri Modifikasi Indonesia di tengah Pandemi Covid-19”.

Baca juga:  Sapphire, Produk Aftermarket Karya Arek Suroboyo Resmi Diluncurkan

Menurut Andre Mulyadi, founder NMAA sekaligus IMX Project Director, potensi industri otomotif dan aftermarket di Indonesia saat ini harus mampu menjawab tuntutan zaman.

“Sebab bagi khalayak Indonesia, expo modifikasi dianggap sebagai pengalaman baru. Sementara di Amerika Serikat atau Jepang, industri yang sama memiliki even eksebisi berusia kurang lebih 50 tahun,” katanya saat membuka diskusi.

Seiring jalan, IMX pun hadir perdana pada 2018 sehingga Indonesia kini memiliki expo modifikasi sendiri. Bahkan pada 2020, gelaran IMX yang diadakan secara virtual yang mampu menghadirkan terobosan even otomotif virtual pertama di Indonesia.

Di sisi lain, Sandiaga mengaku bangga terhadap pelaku industri otomotif dan modifikasi Tanah Air yang tidak pernah kehabisan ide untuk terus berkreasi menelurkan karya-karya terbaik, meski dihantam dampak pandemi dan ketidakpastian situasi perekonomian saat ini.

“Kita berupaya ke depan dapat menggelar event hybrid. Sebelumnya sudah ada diskusi dengan pihak terkait supaya dapat menggerakkan industri kreatif yang belakangan ini sedang dalam masa sulit,” imbuhnya.

Baca juga:  Sapphire, Produk Aftermarket Karya Arek Suroboyo Resmi Diluncurkan

Lebih lanjut, Kemenparekraf/Baparekraf mendorong pelaku dalam menggelar acara dengan persentase 70% even murni dan sisanya hybrid. Langkah ini menurut Sandiaga jadi bagian dari adaptasi di masa pandemi.

Dengan melihat konsep acara itu dia berjanji akan mulai digelar pada kuartal 3 atau 4 secara terbuka. Apalagi promosi sejumlah destinasi wisata super prioritas juga akan menggandeng penyelenggara even terutama di tempat wisata ikonik. Tidak menutup kemungkinan dari segi even akan berkolaborasi dengan gelaran IMX.

“Saya pribadi terkesan cerita positif dan harapan kawan-kawan di industri otomotif dan modifikasi yang terdiri dari pelaku UKM kreatif,” tambah Sandiga.

Agar dapat saling mendukung, Sandiaga juga terus mengupayakan keberlangsungan industri otomotif dan aftermarket usai menjawab tawaran para pegiat modifikasi dalam program automotive lifestyle tourism.

Nantinya skema modifikasi dan aftermarket akan turut mempopulerkan kelima destinasi super prioritas akan dengan menciptakan magnet modifikasi lifestyle dan heritage.

Baca juga:  Sapphire, Produk Aftermarket Karya Arek Suroboyo Resmi Diluncurkan

“Untuk mewujudkan kolaborasi ini dibutuhkan inovasi. Selain itu mendorong kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian supaya dapat meneruskan misi besar di industri ini,” tutup Sandi. [dp/MTH]