Mengenal Lebih Jauh Jenis-jenis Pelek Mobil | dapurpacu.id

Mengenal Lebih Jauh Jenis-jenis Pelek Mobil


DAPURPACU – Material yang digunakan pada pembuatan velg mobil jelas beragam, ada model kaleng maupun material aluminium. Material ini jelas yang paling banyak digunakan pada mobil-mobil modern.

Namun, berdasarkan cara pembuatan, pada dasarnya velg mobil terbagi jadi tiga jenis yaitu velg casting, velg flow forming dan velg forged. Ketiga tipe velg ini seluruhnya tersedia di seluruh outlet HSR Wheel di Indonesia.

Untuk jenis casting adalah pelek yang dibuat dengan cara dicetak. Cara pembuatannya dibagi jadi dua, yaitu gravity casting dan low presure casting.

Adapun proses pembuatannya dengan melelehkan material velg menjadi cairan. Material dituang ke cetakan yang sudah dibentuk. Casting sendiri merupakan metode pembuatan velg paling umum.

Biaya produksi yang lebih murah dan waktu pembuatan lebih singkat, membuat banyak pabrikan dapat memproduksinya dalam jumlah yang banyak.

Lalu flow formed yang dapat diartikan sebagai proses pembuatan velg. Metode ini merupakan salah satu pengembangan dari jenis casting. Velg flow forming dibuat melalui beberapa tahap.

Dimulai dari melalui proses cetak kemudian ditekan dengan roller dan ditarik menggunakan mesin sehingga menjadi sebuah velg di tahap akhir. Velg casting setengah jadi kemudian dibentuk lagi bagian pinggirnya.

Dengan cara ini kepadatan materialnya pun lebih baik. Durabilitasnya 20% lebih kuat dibanding casting. Lebih ringan dibanding casting, namun dengan harga lebih mahal tentunya.

Terakhir adalah jenis forged. Proses pembuatannya dibuat dengan teknologi paling rumit. Materialnya berbentuk silinder padat. Sementara material yang biasa digunakan adalah alumunium, karena kuat dan ringan sehingga cocok untuk bahan pembuatan velg.

Pembuatannya, alumunium padat tersebut dimasukkan ke dalam mesin dan dipanaskan kemudian dibentuk jadi velg. Dalam prosesnya, velg ditekan sehingga menghasilkan pelek yang solid dan keras.

Untuk velg jenis ini sudah barang tentu harga lebih mahal, karena banyaknya bahan baku yang terbuang saat proses cnc. [dp/MTH]