Begini Cara Merawat Area Kaki-kaki Mobil

DAPURPACU – Sebagai komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, dibutuhkan perhatian khusus pada velg, ban serta peranti lain pendukung kinerjanya.

Gejala roda mobil tersendat atau terkunci tentu tidak ingin Anda alami saat berkendara. Pada kondisi tersebut jelas yang bakal ‘kalah’ adalah unsur kenyamanan.

Bisa jadi situasi lazim disebut ‘nge-lock’ ini dapat memunculkan kecelakaan. Di sini, laju mobil seolah terasa tertahan diselingi suara aneh pada area roda, yang berujung pada cakram atau tromol mobil akan panas.

Gejala tersebut dianggap cukup serius bagi sebagian besar pengguna kendaraan. Jika telusuri, secara umum gejala ini disebabkan karena kurangnya perhatian pada area roda yang kerap terabaikan.

Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak mengatakan, gejala nge-lock muncul karena kampas rem masih menjepit cakram ketika mobil mau dijalankan. Umumnya terjadi ketika mobil habis jalan lalu dicuci dan tidak jalan dalam waktu lama.

Imbas hujan pada komponen di kaki-kaki harus segera dibersihkan.

“Selain proses pengeringan tidak optimal di area roda hingga rawan timbul karat atau residu. Alhasil posisi kampas sulit lagi ke posisi bebas (free),” jelas Rafi’i, dalam siaran resminya, Selasa.

Untuk itu, perawatan untuk bagian tersebut harus diperhatikan, dengan cara seperti jangan mencuci komponen seputar roda baik cakram, kaliper, ataupun pelek mobil saat berada di kondisi suhu yang panas.

Rafi’i menyarankan untuk sebaiknya mencuci bagian tersebut tunggu hingga kondisi suhu pada komponen tersebut sudah lebih normal atau menurun. Perawatan pada area roda baik untuk dilakukan secara rutin, terutama jika kendaraan yang digunakan sering melalui genangan air.

Pastikan cakram dan pelek bebas dari debu dan terutama kotoran yang biasa terakumulasi akibat sisa gesekan antar kampas rem. Menurutnya, mencuci bagian ini layaknya ritual mencuci mobil.

“Sebab kotor di pelek karena debu itu mudah dibersihkan jika sering dicuci. Apalagi kebanyakan pelek saat ini memiliki finishing dengan lapisan cat,” pungkasnya.

Untuk pelek dibalut krom, cara merawatnya tinggal pakai carian khusus. Umumnya cairan ini membersihkan bekas gemuk (grease) yang menempel dan sulit dibersihkan dengan air.

Untuk pelek yang memiliki motif jari (mesh) atau juga memiliki banyak palang, biasanya lebih sulit untuk dibersihkan. Gunakan sikat halus untuk membersihkan celah-celah sempit di antara palang.

Jika belum hilang dengan maksimal, ulangi terus proses membersihkan dan hindari penggunaan minyak tanah atau bensin karena dapat membuat cat menjadi kusam.

Bila memungkinkan, sesekali lepaskan pelek agar proses pencucian lebih detail. Tak perlu sering-sering, tiga bulan sekali adalah waktu yang tepat. [dp/MTH]

Previous articleBOM ini Bikin Pemilik Motor Honda di Jabar Senang
Next articleIni Penilaian Para Milenial Pada Asuransi Astra