Tren Ekspor Toyota Indonesia Semakin Pulih di Masa Pandemi

TMMIN mampu mengukir kinerja ekspor pada kuartal I 2021 sebanyak 49.200 unit.

DAPURPACU – Kinerja ekspor yang dilakukan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mampu menorehkan hasil positif pada periode Januari – Maret lalu, khususnya CBU.

Peningkatan tipis 2 persen dibandingkan kuartal IV 2020 (48.000 unit) tersebut dihasilkan dari ekspor mobil utuh (CBU) bermerek Toyota yang mencapai angka 49.200 unit.

Hasil ini sekaligus semakin mendekati kinerja ekspor Toyota Indonesia sebelum pandemi melanda dunia, yakni sebear 50.000 unit pada kuartal I/2020 lalu.

Data Gaikindo mencatat, ekspor CBU Toyota pada periode yang sama berkontribusi hingga 62% terhadap total ekspor otomotif secara nasional.

Bob Azam, Direktur Corporate Affairs TMMIN memaparkan, apa yang dicapai oleh TMMIN dan pelaku industri otomotif lainnya tidak terlepas dari dampak positif sejumlah kebijakan pemerintah selama masa pandemi.

“Mengucurkan subsidi dan stimulus untuk sektor industri terutama usaha kecil dan menengah di masa survival, diikuti pemberian stimulus untuk meningkatkan daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa recovery yang telah dimulai,” ujar Bob.

Baca juga:  Toyota Serahkan Kijang Innova Ambulans untuk Bantu Pemulihan Aceh Tamiang

Untuk itu, Bob berharap kondisi ekspor otomotif Indonesia tahun ini sudah berangsur-angsur pulih dan setidaknya mencapai 80% dari pencapaian ekspor sebelum pandemi melanda.

“Toyota Indonesia akan terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor dengan menyediakan kendaraan berkualitas global sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekspor,” tambahnya.

Kontribusi ekspor Toyota Indonesia diperoleh dari beberapa model dari berbagai segmen, mulai dari Sport Utility Vehicle, Multi-Purpose Vehicle dan Sedan.

Jika diurai, kinerja ekspor CBU bermerek Toyota pada kuartal I adalah Rush 11.600 unit, Vios 8.800 unit, dan Fortuner 7.300 unit. Kemudian Kijang Innova, Avanza, Agya, Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace dengan sumbangan sebanyak 21.500 unit.

Toyota Indonesia juga mengekspor Complete Knock Down (CKD) hingga 16.750 unit, serta mesin bensin dan etanol tipe TR dan NR dengan total 32.000 unit dan komponen hingga 25 juta unit.

Baca juga:  Rahasia Upgrade New GR Yaris Berasal dari Dunia Rally

Bob menuturkan bahwa pihaknya ingin meningkatkan peran penting Toyota Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor bagi Toyota di pasar global.

“Terlebih dengan rencana Toyota Indonesia untuk memproduksi kendaraan Hybrid EV pada tahun 2022 untuk pasar domestik dan ekspor,” pungkasnya. [dp/MTH]

Previous articleHSR Wheel Lansir Velg Untuk Rocky, Raize dan City Hatchback RS
Next articleFilter Udara Khusus Toyota Raize dan Daihatsu Rocky ini Umurnya Panjang!