Pecah Telur, Konsumsi BBM DFSK Super Cab Capai 16,5 KM/L | dapurpacu.id

Pecah Telur, Konsumsi BBM DFSK Super Cab Capai 16,5 KM/L


DAPURPACU – PT Sokonindo Automobile, pemegang merek DFSK di Indonesia, kembali menantang awak media untuk menguji tingkat keiritan salah satu model komersialnya Super Cab.

Pada even bertajuk ‘Super Cab Media Challenge’ kali ini, area pengujian dilakukan di sekitar Kota Medan, Sumatera Utara, dimana disediakan lima unit DFSK Super Cab bermesin bensin (1.5L Gasoline).

Seperti pengujian sebelumnya di empat kota berbeda yakni Jakarta, Bali, Surabaya dan Bandung, setiap mobil mengangkut total 1 ton semen. Hal ini disimulasikan seperti saat pemilik membawa beban pesanan.

Total jarak yang ditempuh menargetkan lebih dari 50 km dengan rute menyusuri berbagai kondisi jalan mulai dari perkotaan dan area pedesaan, dengan kontur jalan yang bervariasi.

Tantangan lain yang diberikan adalah mengabadikan lokasi-lokasi eksotik yang ada di kota itu. Berdasarkan metode full-to-full, tercatat konsumsi BBM menyentuh angka 16,5 km/liter.

“Tujuan dari pengujian ini agar calon pemilik mendapatkan gambaran paling riil saat digunakan di jalan kala membawa beban,” jelas Achmad Rofiqi, PR & Media Manager Sokonindo Automobile, disela SCMC Series di Medan, Kamis (25/11).

Dia mengaku bahwa perolehan konsumsi BBM di seri Medan ini melampaui hasil yang dicapai pada pengujian oleh media di kota sebelumnya, mencapai 15,4 km/liter dengan jarak tempuh 69,3 km.

Sebagai informasi, kelima unit DFSK Super Cab yang digunakan merupakan milik konsumen yang sudah dipakai mereka menjalankan bisnisnya.

Tidak ada syarat khusus saat melakoni tes irit-iritan kali ini, yang pasti setiap mobil wajib menyusuri rute yang sudah ditentukan melalui Google Maps, dengan target waktu maksimal 3 jam.

Titik start dimulai dari Restoran Budaya di wilayah Deli Serdang dengan titik finis di Dealer DFSK Amir Hamzah, di area Sei Agul, Medan.

Bermodalkan mesin tipe DK15 dengan konfigurasi 4-silinder segaris DOHC VVT 16 katup berkapasitas murni 1.498 cc, perjalanan cukup mulus membelah kota Medan.

Dengan mengendong total 40 sak semen, lontaran tenaga 102 hp dan torsi puncak 104 Nm mampu melibas ragam kondisi jalan mulai dari ruas tol hingga di perkotaan yang syarat dengan stop & go.

Lincah dan tangguh menjadi jawaban utama dari kinerja pikap andalan pabrikan Tiongkok ini. Tak butuh effort tinggi untuk menghelanya saat menemui jalan menanjak.

Oh iya, seluruh semen tersebut nantinya disumbangkan oleh DFSK untuk pembangunan masjid At-Tartib dan masjid Jami Karya Sei Agul Medan yang berlokasi di sekitar dealer.

“Pengujian ini menjadi simulasi dari ketangguhan dan efisiensi DFSK Super Cab sehari-hari, layaknya digunakan konsumen dalam mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi,” tambah Rofiqi.

DFSK Super Cab membuktikan sebagai salah satu kendaraan komersial dengan utilitas yang tinggi dengan kemampuan yang bisa dipercaya, berkualitas tinggi, terjangkau, dan irit bahan bakar.

Keunggulan yang ditawarkan pikap ini sangat cocok untuk menunjang berbagai aktivitas usaha dan meningkatkan keuntungan bisnis, berkat dimensi bak cukup luas yaitu 2.470 x 1.670 x 340 mm.

Rofiqi menyebutkan, R&D Center DFSK mengembangkan Super Cab sebagai kendaraan komersial yang tangguh, andal, bertenaga, dan ekonomis sesuai dengan kebutuhan serta masukan masyarakat Indonesia.

Pengembangannya mengedepankan ketangguhannya melintasi berbagai kondisi jalanan di Indonesia, sanggup membawa muatan banyak, dan tetap irit BBM agar bisa memberikan keuntungan lebih banyak lagi bagi pemiliknya.

“Kami berharap DFSK Super Cab bisa menjadi rekan terbaik baik para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan usaha yang semakin berlipat ganda,” pungkasnya. [dp/MTH]