Daihatsu Resmikan Lagi Balai Konservasi Penyu di Kebumen | dapurpacu.id

Daihatsu Resmikan Lagi Balai Konservasi Penyu di Kebumen


DAPURPACU – Cukup diakui, Indonesia menjadi surganya bagi salah satu hewan langka di dunia yaitu penyu, dan dari tujuh yang masih ada di jagad ini enam diantaranya ada di Tanah Air.

Populasinya bahkan terus tergerus hingga kini. Dari tahun ke tahun populasinya kian berkurang karena diburu telurnya oleh manusia, dan dampak dari pencemaran sampah di laut.

Untuk itu, melalui Pilar Hijau Bersama Daihatsu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berupaya keras melestarikan hewan langka itu dengan didirikannya sejumlah konservasi, salah satunya yang baru saja diresmikan di wilayah Jogosimo, Kebumen.

Peresmian konservasi penyu ‘Rajendra Banawa Sekar’ berlangsung pada Rabu (1/12), bersamaan dengan digelarnya test drive All New Xenia bersama awak media.

Balai konservasi yang terletak di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen ini untuk melestarikan populasi penyu Lekang atau Lepidochelys Olivacea.

“Sumbangsih yang kami berikan dalam bentuk pendirian pendopo dan bantuan lainnya. Hingga kini sudah ada tujuh lokasi konservasi yang kami dukung,” kata Marketing Director PT ADM, Amelia Tjandra.

Baca juga:  Daihatsu Bikin Acara Seru Buat Milenial Akhir Pekan ini

Amelia menuturkan, Daihatsu tidak akan membiarkan populasi penyu punah di Indonesia. Sebab, masa bertelur penyu hanya terjadi dalam 25 tahun sekali. Saat ini, lanjut dia, populasi Penyu Lekang hanya tinggal 800 ribu ekor.

Diperparah dengan perbuatan manusia sebagai predator paling berbahaya dibandingkan hewan lainnya. Dia berharap didirikannya balai konservasi ini dapat mengedukasi masyarakat.

“Kami yakin Jogosimo bakal menjadi kawasan destinasi wisata edukasi dengan adanya konservasi ini yang dikelola oleh Syarif sejak 2015 tersebut,” imbuh Amelia.

Sementara itu, Syarif mengakui Balai Konservasi Rajendra Banawa Sekar ini telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kebumen pada 2018.

Dukungan lain pun hadir melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, yang sudah memberikan Surat Keputusan (SK) pada 2020 lalu.

“Saya percaya, jika bisa memperjuangkan populasi penyu tempat ini akan disorot oleh dunia. Sebab, penyu hewan yang dilindungi, namun rentan oleh orang-orang yang tidak

Baca juga:  Daihatsu Targetkan Pertahankan Posisi 2 di 2022

“Ini wujud apresiasi dan dukungan untuk teman-teman supaya lebih semangat lagi menjaga habitat dan populasi penyu di dunia. Terima kasih juga untuk Daihatsu yang sudah peduli dengan lokasi konservasi ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ke tujuh lokasi konservasi penyu itu berada di Taman Nasional Kepulauan Seribu (2013), Pulau Pramuka, Perancak, Bali (2013); Batu hiu, Pangandaran (2015); Pasir Jambak, Padang (2017); Pantai Binasi, Sibolga (2019); Alun utara, Bengkulu (2020); dan Jogosimo, Kebumen (2021). [dp/MTH]