DAPURPACU – Seiring evolusi bisnis di Indonesia dan juga di dunia pada 51 tahun terakhir, Daimler Group AG memutuskan untuk memisahkan Daimler Trucks dari Mercedes-Benz secara global.
Grup Daimler mencanangkan memisahkan bisnisnya menjadi dua perusahaan independen dengan fokus produk masing-masing (pure-play), yakni antara kendaraan penumpang dan van dengan kendaraan komersial.
Sebagai informasi, Grup Daimler menaungi berbagai lini produk Mercedes-Benz Cars & Van dan Daimler Truks & Buses, serta Daimler Mobility.
Hal itu dipaparkan secara detail oleh President Director Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Jung Woo-Park mengenai pemisahan lini bisnis tersebut.

Dia memaparkan, kedua divisi yang dipisah saat ini menjadi Mercedes-Benz Group AG yang fokus pada kendaraan penumpang dan Daimler Truck Holding AG, memasarkan kendaraan komersial seperti truk dan bus.
“Daimler Trucks Holding AG akan berdiri dalam manajemen sendiri, dan akan terpisah dari Mercedes-Benz, meski untuk bus masih menggunakan nama Mercedes-Benz,” ucapnya saat NGOVSAN DCVI bersama FORWOT, Rabu (15/12).
Ia menyebutkan, sebelum struktur perusahaan berubah, Daimler Group memiliki tiga divisi dengan fokus yang berbeda yaitu Mercedes-Benz, Daimler Trucks dan Daimler Mobility.
Menurutnya, Mercedes-Benz dan Daimler Trucks merupakan dua entitas bisnis berbeda dengan target pasar masing-masing, arah pengembangan teknologi serta kebutuhan modal yang spesifik.

“Saat Daimler Truks & Buses menyediakan solusi dan layanan transportasi kepada pelanggan, Mercedes-Benz Cars & Van menjadi brand mobil mewah terdepan di dunia yang paling diminati pelanggan cerdas,” ungkapnya.
Dengan pemisahan ini, lanjutnya, perusahaan berharap bisa secara maksimal mendorong potensi keduanya menuju masa depan nol emisi dan berbasis perangkat lunak.
“Kedepannya, Daimler Trucks akan berfokus pada upaya mendorong pengembangan teknologi bebas emisi untuk truk dan bus. Dan akan melanjutkan kepemimpinan kami dalam hal powertrain dan otomatisasi alternatif,” jelas Woo-Park.
“Kami telah menentukan arah bisnis kedepannya dengan truk baterai listrik dan fuel cell serta posisi yang kuat dalam hal kendali otonom,” sambungnya.

Sementara, Faustina, Head of Product and Marketing Truck & Bus Product, Homologation, Marketing and Communications PT DCVI menambahkan, perubahan struktur organisasi ini tidak berdampak negatif terhadap operasi bisnisnya di Tanah Air.
Hal itu, kata dia, dilakukan agar masing-masing perusahaan dapat fokus mengembangkan pasar serta dapat meningkatkan kualitas layanan purnajual dan mitra diler yang lebih baik lagi bagi klien bisnis kendaraan komersial di Indonesia.
“Di sini (Indonesia) sejak 2017, kita sudah pisah antara kendaraan penumpang dan komersial. Setelah benar-benar pisah manajemen dari Mercedes-Benz, per 10 Desember, saham Daimler Truck mulai dijual di Jerman, dengan kode emiten DTG,” tandas Faustina.
Sebagai informasi, jaringan layanan servis DCVI hingga saat ini tersedia di lebih dari 25 outlet di kota-kota besar di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Dengan demikian, DCVI senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi customer bus dan truk Mercedes-Benz sekaligus menjaga kualitas layanan purna jual dan mitra diler di Indonesia. [dp/DENNY]


