DAPURPACUID – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya mendorong pertumbuhan industri otomotif, tetapi juga membuka peluang baru di sektor pembiayaan.
Melihat tren ini, PT BFI Finance Indonesia memperluas layanan pembiayaan kendaraan listrik dengan menghadirkan beragam skema yang dirancang menjangkau lebih banyak calon pengguna EV.
Komitmen tersebut diperkenalkan bersamaan digelarnya kegiatan gathering dengan komunitas J5 EVO Indonesia di Tangerang Selatan, pada akhir pekan lalu (12/7).
Acara yang dikemas bertepatan dengan nonton bersama Pesta Bola Dunia 2026 itu jadi momentum bagi perusahaan untuk memperkenalkan beragam solusi pembiayaan kendaraan listrik kepada komunitas pengguna EV.
Direktur Bisnis BFI Finance, Rudy Eddywidjaja mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik jadi alasan perusahaan menghadirkan produk pembiayaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menurutnya dalam siaran resmi, Kamis (17/7), masyarakat kini membutuhkan akses pembiayaan yang mudah sekaligus kompetitif, agar proses kepemilikan kendaraan listrik semakin terjangkau.
“Lewat gathering bersama J5 EVO Indonesia, kami ingin semakin dekat dengan para pengguna mobil listrik sekaligus memperkenalkan berbagai solusi pembiayaan EV yang dimiliki BFI Finance,” tutur Rudy.

“Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa mobil listrik kini memiliki akses pembiayaan yang mudah, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, J5 EVO Indonesia merupakan komunitas resmi pengguna kendaraan Jaecoo J5 di bawah naungan Agen Pemegang Merek (APM) resmi di Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat edukasi mengenai pembiayaan kendaraan listrik sekaligus membangun kedekatan dengan komunitas pengguna EV.
Dua Skema Pembiayaan Ditawarkan
Ditemani showroom rekanan, Rudy memaparkan, BFI Finance menawarkan dua skema untuk kendaraan listrik roda empat. Pertama yaitu pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB atau refinancing.
Produk ini memberikan fasilitas dana tunai dengan tenor hingga 48 bulan. Termasuk penawaran bunga mulai 0,78 persen flat per bulan.
Pembiayaan ini berlaku untuk mobil listrik yang masih berada dalam masa garansi baterai sesuai ketentuan masing-masing produsen, dengan masa garansi hingga delapan tahun.

BFI Finance juga mulai memperluas pembiayaan kredit mobil listrik bekas. Saat ini, layanan tersebut tersedia di Jabodetabek dan Surabaya dengan tenor hingga 48 bulan, bunga mulai 0,6 persen per bulan, serta uang muka mulai 35 persen.
Hadirnya pembiayaan mobil listrik bekas jadi pelengkap portofolio pembiayaan kendaraan yang selama ini melayani juga pembiayaan mobil bekas berbahan bakar bensin.
Langkah ini juga dinilai dapat memperluas akses masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik, tanpa harus membeli unit baru terlebih dahulu.
Seiring semakin berkembangnya infrastruktur pengisian daya dan berbagai insentif pemerintah untuk kendaraan rendah emisi, permintaan terhadap kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat.
Kondisi tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan pembiayaan untuk menghadirkan produk yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan pasar. Termasuk dari BFI Finance.
Perusahaan menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas maupun mitra strategis, agar literasi mengenai pembiayaan kendaraan listrik semakin meningkat.
Melalui strategi ini, BFI berharap dapat ikut mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus menyediakan solusi pembiayaan yang mudah diakses oleh masyarakat. [dpid/TH]


