DAPURPACU – Berkat kegigihan dan mengatur performa ban, Enea Bastianini akhirnya berhasil menyudahi perlawanan skuad pabrikan Ducati untuk memenangkan MotoGP Perancis, Minggu (15/5).
Pebalap Gresini Racing MotoGP ini mampu membuyarkan ambisi Francesco Bagnaia dan Jack Miller untuk menyumbangkan podium 1-2 bagi tim, di sirkuit de la Sarthe, Le Mans.
Bagi ‘The Bestia’ ini menjadi kemenangan ketiga yang diraihnya musim ini. Berkat podium pertamanya ini kian memperkecil ketertinggalan poin Enea di perebutan titel Juara Dunia MotoGP 2022.
Saat ini, gap antara pebalap Italia yang disponsori oleh Federal Oil itu dengan pemuncak sementara klasemen hanya 8 poin (94 poin). Pencapaian serupa diraih Enea di MotoGP Qatar dan MotoGP Amerika.

Sementara untuk Fabio Di Giannantonio, seri ini menjadi spesial karena untuk pertama kalinya meraih poin di musim perdana MotoGP 2022 dengan finis ke 13 (3 poin).
Atas kemenangan itu, Sri Adinegara selaku Market Development Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia mengapresiasi pencapaian positif dari kedua pebalap.
“Hasil balapan luar biasa bagi Enea dan Di Giannantonio meraih poin perdana di musim perdana MotoGP 2022. Raihan kali ini tentu saja bikin bangga Indonesia, di mana Federal Oil turut mendukung tim Gresini Racing MotoGP,” ujar Adinegara.
Start dari grid 5, meluncur mulus di urutan ketiga di belakang pebalap besutan pabrikan Ducati. Gap memang terjadi di grup pertama, namun perlahan-lahan Enea berhasil memangkasnya.
Tersisa tujuh lap, Enea mampu melewati Pecco yang terlihat gugup di tikungan 2. Bahkan ‘murid’ Valentino Rossi ini tidak mampu mengendalikan Desmosedici GP22 di tikungan dan melebar. Hingga akhirnya Pecco pun tergelincir dan tidak sanggup melanjutkan balapan.

“Saya senang dengan hasil kali ini, karena mengawali pekan balapan ini sangat membingungkan bahkan sempat terjatuh beberapa kali. Tapi (balapan) berjalan mulus, melihat semua pebalap sudah begitu dekat dan harus sabar berada di belakang,” kata Bastianini.
Meski begitu, dia mengakui kecepatan Desmosedici GP21 sangat baik dan mungkin sedikit di atas para pebalap yang berada di depannya saat balapan berlangsung.
“Begitu ada kesempatan dimanfaatkan untuk menyalip. Akhirnya bisa memenangkan balapan ini, penghargaan buat tim yang telah bekerja keras mempersiapkan motor terbaik.”
Ungkapan serupa dilontarkan oleh Diggia yang mampu menyumbangkan poin sekaligus perdana bagi dirinya. Sehingga saat ini dia berada di urutan 22 klasemen sementara dengan 3 poin.
“Akhirnya, balapan yang sesungguhnya. Kami berjuang dari awal hingga akhir dan sekarang kami memulai bertarung di MotoGP. Sayang sekali untuk masalah kecil di lengan kanan saya, yang membuat tidak memiliki kekuatan penuh di persendian untuk seluruh balapan,” imbuhnya.

“Tapi kami melakukannya dengan baik: menyalip banyak pebalap, jadi saya kembali ke Italia dengan suasana hati yang bahagia,” yakin Diggia.
“Semoga saja di seri berikutnya di sirkuit Mugello, kedua pebalap Gresini Racing MotoGP bisa menunjukkan potensinya kembali bikin bangga Indonesia,” tandas Adinegara.
Adinegara berharap raihan pretasi ini dapat berdampak positif bagi Federal Oil, tidak hanya secara nasional, namun tentunya ikut serta dalam mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Ini juga sejalan dengan diperkenalkannya produk Federal Oil Generasi Baru pada Maret lalu, dengan menyematkan pesan #pastibikinbanggaIndonesia.
“Karena menghadirkan kemasan produk dengan ornamen batik, dan menjadi merek Indonesia yang telah 1 dekade berkancah di ajang balap MotoGP bersama tim Gresini Racing,” pungkasnya. [dp/MTH]

