Honda Janjikan Waktu Inden All New HR-V Tidak Lama Berkat ini

DAPURPACU – Kesuksesan All New HR-V yang langsung mendapat respon positif dari konsumen sejak diluncurkan pada Maret lalu, menjadi dilema bagi PT Honda Prospect Motor (HPM).

Kehadiran Honda HR-V generasi kedua ini secara catatan HPM telah dipesan lebih dari 9.000 unit hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, pihak HPM mengklaim baru mengirim sekitar 3.000-an unit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat, pendistribusian All New HR-V dari pabrik ke diler (wholesales) sejak diluncurkan sampai bulan ini hanya 3.100 unit.

Kondisi tersebut jelas tidak sesuai dengan jumlah pemesanan yang sudah dikantongi oleh jaringan diler resmi Honda di seluruh Indonesia yang sudah mencapai 9.165 unit per Mei.

Menurut Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, masih ada sekitar 6.000 unit yang terdistribusi ke konsumen. Pasokan chip semikondutor jadi titik permasalahannya.

“Kami sudah meminta ke pihak prinsipal untuk menambah lagi pasokan (cip semikonduktor) karena periode Maret-April ini hanya dipenuhi 1.500 setiap bulannya,” tuturnya, disela test drive All New HR-V di Lombok-Bali beberapa waktu lalu.

Atas dasar keterlambatan inilah, inden pun semakin mengular hingga empat bulan atau sampai September mendatang. Inden ini tergantung varian, warna maupun lokasi dari konsumen itu sendiri.

Billy memaparkan, pemintaan untuk varian RS two-tone misalnya bisa sampai Agustus atau bahkan September. Sementara tipe SE bisa sampai Juli-Agustus. Kedua varian ini jelas membludak peminatnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, peningkatan kapasitas produksi pabrik Honda di Karawang, Jawa Barat, mau tidak mau harus dilakukan. HPM pun mengklaim prinsipal Honda di Jepang berjanji akan menambah pasokan chip ke pabrik, khususnya untuk All New HR-V.

Meski demikian, lanjut Billy, penambahan produksi ini bakal dilakukan secara bertahap, seiring pasokan chip semikonduktor yang bertambah dari prinsipal.

Billy mengklaim bahwa di bulan Mei ini, pabrik sudah memproduksi sekitar 1.700-1.800 unit. Sementara target HPM mampu memproduksi hingga 35 ribu unit setahun.

“Dari target itu berarti per bulan (pabrik) bisa produksi sekitar 3.000 unit. Dengan rencana peningkatan produksi setiap bulannya diharapkan distribusi ke konsumen makin cepat,” imbuhnya kemudian.

Billy pun optimis konsumen yang sudah memesan All New HR-V tidak akan membatalkannya meski waktu tunggu (inden) unit sampai di garasi mereka semakin lama. [dp/MTH]

Previous articleBegini Rasanya Memacu All New HR-V RS Turbo di Sirkuit Mandalika
Next articleRaih Podium di Monaco, Tim Red Bull Racing F1 Lanjutkan Tren Kemenangan