DAPURPACU – Kehadiran Wuling New Cortez di Indonesia, disebut berpotensi besar mematahkan dominasi mobil-mobil MPV (multi-purpose vehicle) dari produsen otomotif asal Jepang.
Bukan tanpa alasan, ketika generasi produk mobil dari pabrikan lain masih bergelut dengan model yang ‘itu-itu saja’, MPV ideal bagi keluarga Indonesia itu menawarkan berbagai ‘kelegaan’ di luar fasilitas-fasilitas reguler baik kenyamanan maupun keamanan.
Sepak terjang New Cortez dengan membawa ‘bendera’ mobil asal Cina makin menjadi dengan disematkannya segudang fitur canggih, yang lazimnya dibenamkan pada mobil-mobil kelas premium.
Sejak kelahiran model pertamanya pada Februari 2018 lalu, perpaduan antara dimensi ideal dan rangka yang kokoh serta sistem suspensi mumpuni, membuat New Cortez cocok untuk kebutuhan keluarga akan mobil MPV.
New Cortez makin terlihat apik dengan menawarkan ruang kabin yang lega muat tujuh penumpang, sentuhan ulang pada penampilan luar, harga terjangkau, irit bahan bakar hingga hiburan yang lebih memadai.

Bahkan, fitur yang ada di SUV Almaz kini juga dibenamkan di MPV Wuling yang punya tagline “Innovating Comfort Zone” ini, yaitu inovasi perintah suara berbahasa Indonesia “Halo Wuling” bernama Wuling Indonesian Command (WIND).
Tidak itu saja, kecanggihan Almaz lainnya juga dikloning dan dipasangkan di Smart MPV ini, yaitu fitur Internet of Vehicle (IoV), berfungsi sebagai penghubung antara pemilik dengan mobilnya melalui aplikasi di smartphone.
“Ini merupakan bentuk komitmen Wuling untuk terus berinovasi berikan yang terbaik bagi konsumen, sejalan dengan semangat Drive for a Better Life. New Cortez menjadi produk ketiga yang dilengkapi WIND dan juga yang kedua mengaplikasikan IoV,” ujar Han Dehong, Vice President Wuling Motors dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Itu artinya, Wuling tidak tanggung-tanggung menjadikan New Cortez anyar ini setara dengan mobil premium. Dengannya, Wuling bisa memberikan kemudahan bagi pemilik untuk menjalankan fitur-fitur andal tersebut.
Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors menerangkan, pihaknya mengaplikasikan perintah suara Bahasa Indonesia yang bisa menggunakan kalimat sehari-hari, misalnya ‘Nyalakan Radio dan juga ‘Saya Kepanasan’ yang dapat otomatis menurunkan suhu AC.

“Untuk IoV bisa dikontrol dari jarak jauh melalui smartphone, seperti memanaskan mesin, mengunci dan membuka pintu, buka-tutup jendela hingga menyalakan AC,” ungkap Danang.
Di luar itu, mobil 7-seater ini juga dibekali fitur-fitur lainnya, seperti penampilan luar dipasangkan pelek 16 inci Two-tone Alloy dan mengubah ikon dengan Logo Wuling Silver.
Fitur bawaan lainnya masih ada dipertahankan, seperti sunroof beserta perangkat keselamatan yaitu Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle Holding (AVH), dan Hill Hold Control (HHC).
Selain itu, masih ada Electric Parking Brake (EPB), Electronic Stability Control (ESC), Front Parking Sensor, Rear Parking Camera, Dual SRS Airbag plus side airbag, hingga Tire Pressure Monitoring System (TPMS).
Di kabin, pemilik New Cortez disiapkan interior berbahan premium semi-kulit dan didominasi warna hitam serta didukung tekstur marmer berwarna hitam.

Sebagai pelengkap dijanjikan juga layar sentuh berukuran 10,25 inci dengan fungsi Wireless Mirrorlink, USB with Fast Charging, Bluetooth, Navigation, Internet Connectivity, dan Vehicle Setting.
New Cortez juga dilengkapi tombol engine start-stop, keyless entry, USB power outlet di baris ketiga, kontrol audio dan Bluetooth di setir, sensor parkir depan-belakang, Traction Control System, immobilizer, Anti-Theft Alarm, Seat Belt Reminder (All), Emergency Stop Signal (ESS).
Bicara mesin, MPV ini sudah turbocharge, 4 silinder segaris DOHC, bertenaga 140 HP di rpm 5.200 dan torsi 250 Nm di rpm 1.600-3.600 dengan dukungan transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) dan 4 mode berkendara.
Memang bukan kaleng-kaleng, New Cortez ini sudah seperti kelas mobil berbanderol Rp500 jutaan. Padahal, medium MPV ini dibanderol tumpang-tindih dengan segmen low MPV yang kala itu bertengger di kisaran Rp200-300 jutaan. [dp/DF]

