DAPURPACUID – Dalam dunia balap, kemenangan memang menjadi tujuan utama. Namun bagi Honda Racing Indonesia (HRI), lintasan tidak hanya menjadi tempat mengumpulkan trofi.
Di sanalah teknologi diuji, karakter pebalap dibentuk, dan generasi baru dipersiapkan untuk melanjutkan tradisi yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
Memasuki musim balap 2026, HRI memperlihatkan arah baru yang lebih besar dari sekadar persaingan di sirkuit. Hal ini terungkap saat digelarnya konferensi di Honda Culture at Vault Automotive Museum, Jakarta, pekan lalu.
Pada momen ini tim besutan Alvin Bahar ini memperkenalkan line-up pebalap, identitas visual baru, sekaligus program pembinaan yang jadi fondasi regenerasi talenta balap Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Honda tidak hanya memikirkan hasil balapan musim ini, tetapi juga masa depan motorsport nasional dalam jangka panjang.

Bagi PT Honda Prospect Motor (HPM), dunia balap selalu memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi. Hal ini dilontarkan oleh Communication Strategy Sub-Division Head HPM, Yulian Karfili.
Bagi Honda, tutur dia, ajang balap selalu jadi bagian penting dalam pengembangan dan pembuktian teknologi, sekaligus pengingat untuk terus berkembang di tengah tekanan dan perubahan.
Karena di dunia balap, yang diuji bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan bergerak maju tanpa kehilangan identitas.
“Di motorsport, Honda tidak selalu menang dan pernah menghadapi masa sulit, tapi Honda tak pernah berhenti dan selalu kembali. Semangat itulah yang terus relevan dengan perjalanan Honda hingga hari ini,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi yang selama ini menjadi fondasi perjalanan Honda di berbagai ajang balap dunia maupun di tingkat nasional.
Kegagalan dan kemenangan dianggap sebagai bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan. Sebagai informasi, HRI resmi meramaikan dunia motorsport Tanah Air sejak 2002.

Sepak terjang selama ini telah mengoleksi 24 gelar juara nasional di ajang ISSOM, menjadikan HRI sebagai salah satu tim paling konsisten dalam sejarah balap touring nasional.
Dari Drift ke Balap Touring Car
Memasuki musim 2026, fokus Honda tak hanya tertuju pada mempertahankan prestasi itu. Perusahaan mulai membangun sistem regenerasi yang lebih terstruktur melalui pembentukan HRI Team Management.
Program ini jadi wadah pembinaan pebalap muda yang dirancang sejak tahap paling dasar hingga level kompetisi profesional. Menariknya, jalur pengembangan yang disiapkan tidak langsung membawa peserta ke mobil balap.
Nantinya, mereka akan melewati proses bertahap mulai dari racing simulator, gokart, hingga kompetisi touring car di Mandalika Festival of Speed (MFoS).
Bagi talenta yang menunjukkan perkembangan signifikan, peluang naik ke level lebih tinggi telah disiapkan, termasuk kesempatan tampil di ajang internasional seperti Mandalika 6 Hours dan Sepang 1000 KM.
Langkah ini jadi sinyal bahwa Honda ingin membangun ekosistem pebalap yang berkelanjutan, bukan sekadar mencari talenta instan. Sebagai wajah pertama dari program ini, HRI memperkenalkan Rachel Cia.

Nama Rachel sebenarnya sudah cukup dikenal di dunia motorsport Indonesia sebagai drifter perempuan yang berhasil meraih gelar Women’s Drift Challenge 2023.
Namun musim ini, ia menghadapi tantangan yang benar-benar berbeda. Rachel akan turun di kelas ITCR 1.500 menggunakan Honda City Hatchback RS dan menjalani debutnya di balap touring.
Perpindahan dari drift ke touring bukanlah perkara sederhana. Jika drifting mengutamakan kontrol kendaraan saat kehilangan traksi, balap touring menuntut konsistensi, presisi racing line, strategi ban, hingga manajemen balapan yang berbeda secara fundamental.
Kehadiran Rachel juga memberikan dimensi baru bagi HRI. Selain berstatus atlet motorsport, ia dikenal sebagai artis dan penyanyi yang punya basis penggemar luas.
Kondisi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan dunia balap kepada generasi muda, termasuk perempuan yang selama ini masih relatif sedikit terwakili di arena motorsport nasional.
Di sisi lain, tulang punggung tim tetap diisi para juara yang sudah terbukti. Sementara Alvin kembali menjadi ujung tombak tim di kelas ITCR Seeded A menggunakan Honda Civic Type R FL5.
Musim ini menjadi tahun ke-24 bagi punggawa HRI itu bersama Honda, sebuah perjalanan luar biasa yang membuat namanya identik dengan sejarah balap Honda di Indonesia.

Selama kariernya, Alvin telah menggunakan enam model Honda berbeda dan mengoleksi 13 gelar juara nasional. Dia pun mengaku setiap musim selalu menghadirkan tantangan dan dinamika yang berbeda.
Namun, lanjut dia, yang tidak berubah adalah semangat orang-orang di dalam tim ini untuk terus belajar, terus berkembang, dan terus memberikan yang terbaik.
“Kami sangat bangga karena HRI bukan hanya dibangun oleh hasil di lintasan, tapi juga oleh kerja keras, loyalitas, dan passion dari seluruh tim yang sudah bertahun-tahun bersama Honda.”
Tahun ini juga jadi momen yang menarik karena hadirnya generasi dan talenta baru yang membawa energi baru, sekaligus melanjutkan kultur dan semangat Honda Racing ke generasi berikutnya,” tandasnya.
Sedangkan Avila Bahar, salah satu pebalap andalan HRI, kembali bertarung di kelas ITCR 1.200 Seeded A bersama tunggangan andalannya yaitu Honda Brio RS.
Putra Alvin Bahar tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu pembalap muda paling konsisten di Indonesia dengan koleksi lima gelar juara nasional.
Komposisi tim makin kuat dengan kehadiran Andri Abirezky, yang naik ke kategori Master pasca sukses merebut gelar Juara Nasional ITCR 1.200 Seeded B pada musim debutnya bersama HRI.

Tampilkan Livery Anyar, Makin Agresif
Tak hanya memperkenalkan susunan pebalap, HRI juga menampilkan identitas visual baru yang kini lebih agresif. Livery dominan hitam dan merah dipilih untuk merepresentasikan energi baru, karakter kompetitif, dan ambisi yang lebih besar menghadapi musim 2026.
Namun yang paling menarik dari seluruh transformasi ini bukanlah warna mobil atau nama pebalap baru. Yang paling penting adalah pesan yang ingin disampaikan oleh Honda.
Keberhasilan sebuah tim balap tidak hanya diukur dari jumlah trofi, melainkan dari kemampuannya menciptakan regenerasi dan menjaga budaya kompetisi tetap hidup.
Di tengah tantangan motorsport yang terus berkembang, HRI memilih membangun masa depan melalui kombinasi pengalaman para juara dan keberanian memberi ruang kepada generasi baru.
Karena pada akhirnya, sebuah tim besar tak hanya dikenang karena kemenangan yang pernah diraih, juga karena kemampuan mereka melahirkan generasi berikutnya untuk terus melanjutkan perjuangan di lintasan.
Musim 2026 jadi bukti bahwa Honda Racing Indonesia tak hanya sedang mempersiapkan diri untuk balapan berikutnya, tapi juga sedang menyiapkan fondasi bagi masa depan motorsport Indonesia. [dpid/TH]



