DAPURPACU – Bersamaan hari jadi ke-50, Bluebird berhasil membukukan peningkatan sebesar 40,4% pada kuartal pertama 2022 (YoY).
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono menjelaskan, pada kuartal pertama 2022, Bluebird berhasil membangun fundamental bisnis perseroan yang kuat pasca pandemi.
“Ini dibuktikan dengan membukukan pendapatan sebesar Rp674 miliar, atau naik 40,4% dari Rp480 miliar di periode yang sama tahun lalu,” ungkap Sigit dalam acara Halal Bihalal di Kawasan Sudirman, Selasa (8/6).
Sigit menambahkan, EBITDA Perseroan (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) juga mengalami kenaikan sebesar 89% menjadi Rp149 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Bahkan pada Maret 2022, perseroan mencatatkan rebound pendapatan yang jauh melampaui pencatatan pada Januari lalu.
“Q1 2022 juga menandai pertumbuhan positif dua kuartal secara berturut-turut sejak pandemi melanda Maret 2020,” bebernya.

“Di periode ini, kami membukukan pertumbuhan laba kotor sebesar 26,1% dibandingkan Q1 2021. Pasar mobil bekas juga menunjukkan penguatan,” sambungnya.
Dijelaskannya, pada kuartal pertama ini, perseroan membukukan pertumbuhan total pendapatan dari penjualan aset tidak lancar (mobil bekas) sebesar 39% dibandingkan Q1 2021.
“Hingga saat ini, kami terus menunjukkan kinerja positif dan tetap optimis mampu mengatasi dampak gelombang ketiga pandemi terhadap pendapatan perusahaan melalui kinerja perusahaan dalam tiga kuartal ke depan,” tegasnya.
Kinerja Bluebird turut didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, seperti relaksasi kebijakan mobilisasi masyarakat dan pariwisata.
“Terutama melalui moda transportasi udara yang memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis perusahaan,” terang Sigit.
Kedepannya, Bluebird akan mempersiapkan armada transportasi darat yang dibutuhkan seiring peningkatan permintaan mobilitas tersebut. [dp/DF]

