Harga BBM Naik, Kendaraan Listrik Bisa Jadi Solusi Buat Pelaku Usaha

DAPURPACU – Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Pertalite dan Solar Subsidi per hari ini, Sabtu (3/8). Selain itu harga Pertamax juga turut dikerek.

Sebelumnya, Pemerintah juga telah menurunkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, dengan penurunan direntang Rp2.000 per liter.

Melihat hal tersebut merupakan langkah yang bijak adalah dengan memilih kendaraan yang irit bahan bakar. Termasuk didalamnya mulai memikirkan memilih kendaraan listrik yang makin banyak tersedia di Indonesia.

Terlebih bagi Anda yang bergerak di bidang usaha transportasi maupun logistik, tentunya menjadi solusi cerdas jika berpikir memilih kendaraan jenis tersebut.

Adanya pintu model geser memudahkan akses masuk dan keluar barang, selain dari pintu belakang tentunya.

Salah satu produk yang bisa menjadi pilihan bagi para pelaku bisnis adalah DFSK Gelora E, yang menghadirkan dua varian sesuai kebutuhan yaitu minibus dan blind van.

“DFSK melihat rencana kenaikan harga BBM menjadi salah satu momok yang cukup memberatkan dunia usaha, karena akan berpengaruh terhadap biaya operasional sehari-hari,” tutur Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi

Baca juga:  DFSK Mini EV Debut di Kota Medan di Ajang GIIAS Medan 2022

Rofiqi menuturkan, dengan menggunakan mobil niaga ringan pertama di Indonesia yang 100 persen dilengkapi teknologi Battery Electric Vehicle (BEV), diyakini bakal menguntungkan pelaku usaha.

Menurutnya, kendaraan listrik membebaskan para pemilik dari penggunaan BBM dan memberikan langkah kontribusi menjaga alam sekitar dari emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Selain itu, lanjut dia, kendaraan listrik cocok digunakan sebagai kendaraan operasional karena menawarkan efisiensi tinggi yang bisa mengurangi biaya operasional dan perawatan yang minim.

Baterai yang digunakan pada Gelora E mengusung teknologi lithium-ion dengan kapasitas 42 kWH, dan sanggup menjelajah hingga sejauh 300 km. Pengisian baterai pun tergolong mudah dan cepat.

Hanya butuh sekitar 80 menit atau 1 jam 20 menit, pengisian daya baterai 20-80 persen sudah bisa tercapai. DFSK Gelora E cukup membutuhkan biaya energi sebesar Rp200 per kilometer.

Jumlah biaya tersebut diklaim setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional yang lazim dikeluarkan untuk kendaraan niaga ringan.

Baca juga:  Sukses, GIIAS Surabaya 2022 Dikunjungi 32 ribu Orang Lebih
DFSK Gelora E model minibus, mampu menampung 7 penumpang.

Selain itu, keamanan baterai terjamin berkat perlindungan isolasi, tegangan tinggi, tahan debu dan air (hingga standar IP67) dan sistem perlindungan dalam kondisi ekstrim.

Dengan dimensi yang ideal sebagai moda transportasi dan angkutan, yakni 4.500 mm x 1.680 mm x 2.000 mm (PxLxT), memberi kabin ekstra luas dan lapang baik pada varian minibus atau blind van.

Dengan daya angkut hingga 7 orang, Gelora E Minibus cocok digunakan sebagai kendaraan angkutan umum, travel, kendaraan shuttle, antar jemput karyawan, bahkan mendukung sektor pariwisata.

Sementara untuk tipe Blind Van didukung panjang kabin 2,63 m, memberikan akses lapang dalam menempatkan barang untuk kebutuhan logistik, katering, angkutan barang dan berbagai sektor lainnya. [dp/MTH]