DAPURPACU – Perusahaan startup otomotif asal Indonesia, Broom secara resmi menghadirkan produk Buyback untuk showroom-showroom mobil bekas (mobkas) di Indonesia, Kamis (27/10).
Munculnya program ini seiring dengan pertumbuhan penjualan mobil baru saat pandemi Covid-19 yang terus tumbuh, dan otomatis mendorong pasar mobkas yang juga makin menggeliat.
Namun dibalik itu, terdapat kondisi unit stok yang makin menumpuk. Hal ini jelas menimbulkan kerugian dikarenakan tidak adanya perputaran unit dan ‘cuan’ tentunya.
Broom menangkap peluang ini dengan produk Buyback sebagai layanan penjualan mobil sementara, dengan pilihan pembelian kembali bagi showroom mobil bekas di Indonesia.

Adanya program ini memberikan solusi para pedagang mobkas agar tidak ada unit menumpuk. Dengan Buyback, pembelian kembali ini diharapkan tetap terjadi perputaran uang dan perputaran stok.
Produk Buyback memungkinkan showroom mobil bekas mendapatkan sumber dana dan pendapatan yang lebih baik melalui pemanfaatan stok inventori yang biasanya menumpuk.
Dengan menjual sementara kendaraan yang ada di inventori mereka, showroom dapat membeli stok mobil lainnya sesuai dengan minat atau kebutuhan terkini pasar.
“Dengan hadirnya produk ini, diharapkan dapat memberikan solusi fleksibel bagi pemilik showroom memaksimalkan potensi sumber daya dan cash flow dalam mengembangkan bisnisnya,” jelas Pandu Adi Laras, CEO & Co-Founder Broom.
Untuk mempermudah para pemilik showroom mobkas, Broom hadir melalui aplikasi yang bisa diakses secara digital. Aplikasi ini bisa digunakan sebagai platform manajemen showroom dan inventori kendaraan secara digital, langsung melalui smartphone.

Pedagang hanya mengajukan lewat aplikasi. Kemudian pihak Broom akan melakukan inspeksi terkait mobil yang bakal ditawarkan oleh pemilik showroom mobkas.
Setelah semua proses selesai, maka pihak Broom akan melakukan pembelian dengan harga yang sesuai atau bisa di bawah harga pasaran. Prosesnya sendiri hanya memakan waktu selama 5 jam.
“Showroom dapat memilih durasi pembelian kembali dengan opsi mingguan (7 hari dan 14 hari) maupun bulanan (30 hari dan 60 hari), yang disepakati bersama saat pengajuan sesuai kebutuhan showroom,” tutup Pandu.
Jika pedagang berminat membeli kembali unit mobil bekasnya, pihak Broom tidak menaikan harga jualnya, alias sesuai dengan kesepakatan harga pembelian di awal.
Hanya ada biaya administrasi sebesar Rp750 ribu yang dikenakan oleh pedagang ketika melakukan pembelian kembali unit mobil bekasnya. [dp/IS]

