DAPURPACU – DFSK Gelora E turut ambil bagian dalam aktivitas yang digagas Kementerian Perhubungan bertajuk ‘Turing Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai’.
Nantinya, Gelora E akan menempuh jarak sekitar 1.250 km dari Jakarta menuju Bali, selama lima hari mulai dari hari ini Senin (7/11) sampai 11 November 2022.
Keikutsertaan DFSK dalam perjalanan kali ini sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mensosialisasikan kendaraan listrik lebih luas lagi kepada masyarakat.
Seperti diketahui, DFSK Gelora E menjadi kendaraan listrik pertama di segmen kendaraan niaga ringan yang dipasarkan di Indonesia, berbekal teknologi Battery Electric Vehicle (BEV).

Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi mengatakan, turing jarak jauh sekaligus untuk menunjukkan mengendarai kendaraan listrik sudah bisa digunakan sampai Bali sekalipun.
Hadirnya Gelora E juga menjadi momen tepat untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa pengembangan kendaraan listrik sudah tepat dengan kebutuhannya.
“Bagi DFSK sendiri, apa yang telah dilakukan selama ini benar-benar cocok bagi kondisi serta kebutuhan di Indonesia,” tutur Rofiqi, dalam siaran resminya, Senin.
Beberapa check point juga bakal disinggahi rombongan, sekaligus juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di Surakarta, Jawa Tengah dan Jember, Jawa Timur.

Di kedua kota ini, masyarakat bisa langsung mencari informasi dan menggali lebih dalam mengenai berbagai manfaat dan keunggulan yang ditawarkan oleh kendaraan listrik.
DFSK Gelora E tipe van ini bisa menjadi contoh bagaimana kendaraan niaga yang ditawarkan ini sangat cocok untuk berbagai kebutuhan usaha, bahkan untuk perjalanan jarak jauh sekalipun.
Sistem baterai yang dimiliki Gelora E didukung dengan pengisian fast charging sebanyak 20 – 80% hanya membutuhkan waktu 80 menit, dengan jarak tempuh hingga 300 km.
Rofiqi berharap, dengan diinisiasinya turing oleh Kemenhub dalam rangka memeriahkan G20 ini semakin memasyarakatkan kendaraan listrik di Indonesia.
“Terlebih, kami yang mengikutsertakan Gelora E ini diharapkan bisa menunjukan bagaimana kemampuannya dalam menunjang mobilitas antar kota antar provinsi,” pungkasnya. [dp/MTH]
