DAPURPACU – Kendala terbesar bagi kendaraan niaga apapun jenisnya adalah saat menemui jalan menanjak. Bahkan jalan menurun kerap kali memunculkan bahaya yang tak kalah ‘menyeramkan’.
Berbagai tragedi kendaraan niaga yang mengalami rem blong masih terjadi sampai saat ini. Kelebihan beban muatan menjadi momok utama, meski pemerintah sudah menerapkan peraturan Over Dimension, Over Loading (ODOL).
Tapi tetap saja, kondisi truk maupun pikap kelebihan beban masih saja beredar di jalan-jalan utama. Terkait semua kendala di atas, bisa jadi diperparah jika kondisinya hujan.
Selain jalanan yang menjadi licin karena curah hujan yang tinggi di beberapa daerah, beberapa rute lintas pegunungan juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi.
Maka dari itu, penting untuk menguasai teknik berkendara sekaligus mempersiapkan truk atau bus dalam kondisi prima, terutama kemampuan traksi yang optimal.
Mempertahankan Traksi
Saat melintasi tanjakan yang curam dan mulai kehilangan traksi, pengemudi perlu mempertahankan kendali dengan mengambil beberapa langkah utama, seperti tidak menekan pedal gas secara penuh yang membuat kendaraan terdorong ke depan.
Karena saat kendaraan dikemudikan dengan mendorong, mesin akan overheating di mana hal ini kerap terjadi pada kendaraan niaga seperti truk dan bus, yang akhirnya malah menyebabkan mogok.

Pengemudi juga dapat memanfaatkan semua roda penggerak dari kendaraan terutama dalam mempertahankan traksi di tanjakan yang licin. Dan jika ingin menambah kecepatan saat tengah mendaki tanjakan lakukan dengan perlahan dan bertahap, agar tidak memaksakan kinerja mesin.
Jaga Jarak Dengan Kendaraan di Depan
Terpenting saat melaju di jalur menanjak, pengemudi perlu memperhatikan jarak dengan kendaraan di depan mereka. Hal ini diamini oleh National Sales Manager Truck & Bus Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia, Ahmad Juweni.
Ahmad mengingatkan hal ini dapat mencegah jika sewaktu-waktu kendaraan tergelincir atau pengemudi lain mengalami kesulitan di tanjakan, hingga kondisi fatal seperti kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan yang berhenti mendadak.
“Begitu pula saat menuruni tanjakan, pengemudi perlu memperhatikan rambu-rambu yang menginformasikan kontur jalanan, seperti keadaan licin atau sering terjadi kecelakaan, agar mereka dapat menyesuaikan kecepatan dan menjaga kestabilan kendaraan,” ujarnya.
Perhatikan Tikungan
Mengemudi di tanjakan seperti daerah perbukitan artinya akan menemui banyak tikungan. Saat mendekati tikungan, pengemudi perlu mewaspadai kecepatan kendaraan tidak melebihi 60 km/jam.
Pada banyak situasi, pengemudi lupa untuk mengurangi kecepatan yang akhirnya mengakibatkan hilangnya kendali kendaraan.
Jika hal ini terjadi, coba arahkan kendaraan ke tepi jalan di mana pada bagian ini terdapat banyak kerikil yang bisa membantu pengemudi memberhentikan kendaraan mereka dan meluruskan posisi, melalui sedikit pengereman.
Pentingnya Memilih Ban yang Tepat
Kinerja traksi yang optimal perlu didukung dengan ban yang tepat, salah satunya Hankook Smart Work AM 09. Ban ini dapat menyesuaikan pada dua jenis permukaan jalanan, baik yang tidak rata dan menanjak, hingga mulus seperti jalan tol.

Dengan alur traksi zigzag, diklaim ban ini membantu mempertahankan kerja traksi yang disempurnakan. Kerf multi sudut dan blok poligonal juga memaksimalkan pengereman, terutama pada jalanan licin atau menuruni permukaan landai.
Jika dibandingkan dengan ban konvensional, Smart Work AM 09 dapat lebih awet digunakan panjang berkat lebar tapak yang luas, untuk menambah handling serta mengurangi distorsi ban.
Khusus perjalanan multi-tujuan, Hankook Tire menyediakan Smart Flex AH31 yang dilengkapi dengan kemampuan menghemat bahan bakar. Plus teknologi desain tapak dan bahu ban yang luas.
Lewat Smart Flex AH31, Hankook paham kebutuhan seperti kemampuan kapasitas beban yang maksimal, tahan lama dan mampu membawa kendaraan untuk jarak tempuh yang panjang.
Dan yang terpenting untuk selalu pengecekan berkala terhadap kondisi kendaraan, bagi para pemilik dan pengemudi. Sebelum melakukan perjalanan panjang pastikan juga untuk melakukan persiapan mulai dari pemilihan rute, hingga mengecek ramalan cuaca.
“Walaupun nampak tidak begitu signifikan, persiapan ini dapat membantu pengemudi untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan baik pada kondisi jalanan,” jelas Ahmad.
“Semisal terjadi longsor pada rute yang seharusnya diambil dan memerlukan rute alternatif. Serta memastikan kondisi mesin, ban dan komponen lainnya,” tandasnya. [dp/TH]

