Begini Upaya Isuzu Traga Bikin ‘Melek’ Pebisnis Tani

DAPURPACU – Sukses menggaet sejumlah pelaku peternak pekan lalu, kini giliran Isuzu Real Harvester Camp mengajak puluhan pebisnis tani mengikuti kegiatan workshop, akhir pekan lalu (14-15/1).

Berlangsung di Telaga Cikeas Resort, Jl Babakan Tumas, Cikeas, Kec. Sukaraja, Bogor, tidak kurang dari 45 petani, juragan tahu, kopi, ikan hias, peternakan, hingga distributor sayur mayur ikut dalam acara itu.

Tak lupa juga PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) kembali memboyong Isuzu Traga dan All New D-Max untuk diperkenalkan sekaligus ditunjukkan seluruh keunggulannya kepada para peserta.

Yunaidi, Kepala Cabang Astra Isuzu Bogor dan Sukabumi mengaku senang melalui momen tersebut dapat bertatapan langsung dengan segmentasi konsumen yang tepat bagi Traga.

Yunaidi memaparkan, sebagai produk yang mengisi pasar medium pick up, Isuzu sudah menganalisa potensial market bagi Isuzu Traga yang ada di Indonesia, terutama di area-area yang memiliki sektor agribisnis yang kuat.

“Dan kami melihat, ternyata segmen pertanian dan peternakan ini sangat dominan membutuhkan kendaraan dengan durability yang andal, karena medan jalan yang dilewati cukup ekstrem,” imbuh Yunaidi.

Dia pun mengakui, saat ini memang banyak produk pikap yang mungkin secara dimensinya tidak jauh berbeda dengan Traga di kelas low pick up, namun secara harga lebih murah.

Tapi bagi mereka, lanjut Yunaidi, yang menekuni usaha pertanian dan peternakan, kelas low Pick Up ini tidak mampu mencukupi kebutuhannya membawa seluruh muatan.

“Menempuh jarak jauh, mereka jelas butuh kendaraan yang benar-benar irit, kemudian andal di segala medan dengan muatan yang biasanya diatas 2 ton. Produk yang tepat jelas medium Pick Up bermesin diesel,” jelas Yunaidi.

Di tahun pertama pasca diluncurkan (2018), antusias pasar cukup tinggi pada Traga. Tercatat dari 15 persen yang ditargetkan, penyerapan konsumen mampu melampaui di tahun pertamanya.

“Akhirnya kita bisa menguasai beberapa segmen pasar, terutama di sektor distributor (fleet) yakni bisnis air kemasan atau galon, lebih cenderung memilih Isuzu,” ujar Yunaidi.

Di sisi lain, Yunaidi melihat pasar ritel yang banyak dipilih oleh para pebisnis tani maupun peternakan masih menjadi segmen menjanjikan dan besar bagi Isuzu Traga.

Selama acara, workshop diisi juga oleh pendiri dan CEO Wethrive Social Impact Creative Agency, Nadia Zein, yang memaparkan terkait pentingnya digitalisasi di sektor pertanian.

Menurutnya, kunci dari peningkatan kapasitas petani, UMKM atau peternak, perlu banyak kolaborasi dari multi stakeholder diluar pemerintah, seperti yang telah dilakukan oleh Isuzu pada acara ini sebagai pihak swasta.

“Ini jadi multi disiplin, multi stakaholders dan multi interest. Jadi ini salah satu cara untuk membantu pemerintah lebih mengakselerasi perekonomian Indonesia,” tandas Nadia.

Nadia menegaskan, semakin gencarnya era digital saat ini tentunya menjadi momen penting sejalan dengan program pemerintah yaitu Petani Go Digital.

“Itu yang harus di-support multi-multi stakeholders lain, private-private sector seperti Isuzu, untuk bisa bahu-membahu dan bukan berkompetisi. Karena pada akhirnya toh buat mereka juga, demi kepentingan bisnisnya juga,” pungkasnya.

Peserta diberikan kesempatan menjajal Traga dan All New D-Max di sekitar lokasi melalui sesi test drive. Ragam rute pengujian disajikan yang diyakini mampu menjawab rasa penasaran para peserta. [dp/TH]

Previous articleKTB Gandeng Perusahaan Logistik Uji Coba eCanter
Next articleRamaikan Pasar Pikap, Wuling Formo Max ‘Pede’ Bikin Senang Pebisnis