DAPURPACU – Penjualan ritel lini produk Harley Davidson di dunia sepanjang kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode Januari – Maret 2022.
Namun kondisi ini justru tidak terjadi pada penjualan motor bermesin besar lansiran Amerika Serikat ini di kawasan Asia Pasifik, yang menunjukkan pertumbuhan moderat pada periode tersebut.
Meski demikian, pendapatan konsolidasi naik 20 persen dibandingkan periode yang sama di 2021, mencakup laporan dari ketiga segmen perusahaan yaitu Harley-Davidson Motor Company (HDMC), Harley-Davidson Financial Services (HDFS) dan LiveWire.
Di Amerika Utara, sebagai pasar terbesar penjualan, hanya mampu menjual 26.000 unit pada Q1 2023, turun 17 persen dibanding periode yang sama di 2022 yang mencatatkan angka 31.200 unit.
Sementara di pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika, penjualan di Q1 2023 mencapai 5.900 unit, yang menunjukkan penurunan 6 persen dibandingkan 6.300 unit yang terjual pada Q1 2022.

Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, perusahaan menjual 6.900 sepeda motor pada Q1 2023, atau naik tiga persen dibanding pada Q1 2022 yang meniagakan sebanyak 6.700 unit.
Beralih ke pasar Amerika Latin, pabrikan meniagakan sebanyak 600 unit pada Q1 2023, dibandingkan dengan 800 unit yang terjual pada kuartal pertama tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan penjualan secara ritel sebesar 25 persen dari tahun ke tahun di pasar tersebut.
Secara total penjualan ritel di dunia global bertambah menjadi 39.400 unit yang terjual di Q1 2023. Jumlah ini turun 12 persen dari penjualan ritel tahun ke tahun sebanyak 45.000 unit.
Beralih ke segmen LifeWire, perusahaan hanya mencatatkan pengiriman unit bukan angka penjualan. Pada Q1 2023, total 63 unit LiveWire One yang telah distribusikan.
Pada Q1 tahun 2022, total 97 unit LiveWire dikirim terdiri dari 72 unit LiveWire One dan 25 unit Harley-Davidson LiveWire. Angka ini mengalami penurunan 35 persen. [dp/TH]

