Penjualan Bosch Indonesia Tembus Lebih Dari Rp2 Triliun di 2022

DAPURPACU – Bosch Indonesia mengumumkan pencapaian positif sepanjang tahun 2022 dengan membukukan penjualan lebih dari Rp2 triliun. Jumlah ini diklaim menjadi yang tertinggi.

Perusahaan pun memaparkan, perkembangan bisnis yang positif di tahun lalu itu didorong oleh kontribusi dari semua divisi bisnis Bosch di Indonesia.

Sektor komponen otomotif diklaim menjadi yang terbesar kontribusinya, mengingat terjadinya lonjakan volume ekspor dari para produsen otomotif di Tanah Air ke berbagai negara.

Selain itu, Bosch juga mengalami peningkatan pangsa pasar pada sektor bisnis lainnya, yaitu Industrial Technology, Consumer Goods dan Energy dan Buildings Technology.

“Hasil penjualan perusahaan selama 2022 lalu merupakan yang tertinggi sejak Bosch mulai beroperasi di Indonesia pada 2008,” tutur Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger di Jakarta, Selasa.

Riegger meyakini peningkatan penjualan ini juga didukung oleh situasi pasar yang makin kondusif, Bosch telah sukses mencapai pertumbuhan di seluruh segmen bisnisnya.

Disebutkan bahwa pada 2022, Bosch berhasil melampaui target bisnisnya di tahun yang penuh tantangan itu. Sebagai pemasok teknologi dan jasa, Bosch meningkatkan total penjualan menjadi 88,2 miliar euro – marjin EBIT dari operasional meningkat dari 4,0 menjadi 4,3 persen.

Ditegaskan oleh ketua dewan direksi Robert Bosch GmbH, Dr. Stefan Hartung, dimana perusahaan mampu menghadapi tantangan di tahun itu baik dari segi penjualan maupun marjinnya.

Bahkan, lanjut Hartung, pada kuartal pertama 2023, Bosch berhasil meningkatkan penjualannya sebesar 3,5 persen. Dia pun berharap kondisi ini akan terus berlanjut sampai tutup tahun ini.

Untuk itu, perusahaan pun menargetkan pertumbuhan penjualan antara 6-9 persen pada tahun ini, plus marjin EBIT dari operasional di kisaran 5 persen, meski dibayangi prospek ekonomi yang cenderung lambat.

“Bosch berharap bisa tumbuh secara signifikan dalam waktu yang lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang. Tujuannya tumbuh di tiap wilayah di dunia dan menjadi salah satu dari tiga pemasok terkemuka di pasar yang relevan bagi kami,” tandasnya.

Di sisi lain, Bosch pun berupaya menjawab transformasi teknologi yang diyakini dapat membuka peluang pertumbuhan yang bisa dimanfaatkan, sejalan dengan tagline ‘Teknologi untuk Kehidupan’.

Tagline ini pun semakin relevan dan menjadi tren perkembangan industri otomotif, seperti elektrifikasi, otomatisasi dan digitalisasi. Termasuk perangkat lunak dan kecerdasan buatan.

Bosch merespon tren menuju rekayasa otomotif berbasis perangkat lunak dengan menyusun ulang struktur bisnis pemasok otomotifnya menjadi bagian dari Robert Bosch GmbH.

Bosch Mobility akan dikelola sebagai sektor bisnis yang bertanggung jawab atas bisnisnya sendiri, dengan tim kepemimpinannya sendiri di masa depan.

Tujuannya adalah untuk dapat melayani kebutuhan pelanggan, baik yang sudah ada maupun pelanggan baru, dengan solusi yang disesuaikan secara lebih baik dan lebih cepat dari satu sumber.

Chairman Bosch mengumumkan, bisnis mobilitas yang baru direstrukturisasi ini diharapkan tumbuh rata-rata sekitar 6 persen per tahun hingga 2029, saat bisnis ini diperkirakan mencapai penjualan tahunan hingga lebih dari 80 miliar euro. [dp/TH]

Previous articleBidik Libur Sekolah, Zoomcar Siap Manjakan Penyewa
Next articleKordsa Resmikan APAC Technical Center Sebagai Pusat Inovasi Ban