Mental Tanpa Skill Jadi Fatal Saat Berkendara Motor

DAPURPACU – Melakoni perjalanan dengan jarak tempuh jauh atau lazim disebut turing, bakal seru dan mengasyikan. Terlebih jika perjalanan tersebut dibesut bersama rekan sejawat.

Beragam kondisi jalan bakal ditemui, begitu pun dengan lalu lintas yang akan dilewati tentunya. Rasa lelah dan penat sudah pasti hadir begitu ritme perjalanan sudah melewati seharian penuh.

Walau demikian, biasanya semua itu akan terbayar dan bahkan ‘rasa’ ketagihan akan muncul begitu Anda cukup lama tidak lagi turing. Meski begitu, risiko kecelakaan di jalan saat lelah hinggap bisa saja terjadi.

Namun, tim Safety Riding Promotion (SRP) ungkap tidak usah menghiraukan berlebihan beragam kemungkinan itu. Dengan kesadaran berkendara aman (safety riding) semua bisa berjalan baik.

“Mental jadi modal awal bagi pemotor saat memutuskan melakukan jalan jauh dengan motor kesayangannya,” kata Head of SRP PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.

Baca juga:  Honda EM1 e: 'Digeruduk' Ratusan Pengunjung PEVS Setiap Hari

“Namun jangan cuma mental dan nyali, diperlukan lebih dari kedua faktor untuk pencarian pengalaman makin seru dan tidak terlupakan,” jelas Agus lebih lanjut.

Mental Tanpa Skill Mumpuni Berbahaya

Sekali lagi mencoba beragam hal tanpa keberanian memang tidak akan terwujud. Namun jangan sekali-kali praktek tersebut dijalankan dalam berkendara sepeda motor.

Mental akan hadir jika motor yang dipilih sesuai dengan karakter, postur dan kemampuan pengendaliannya. Jangan ingin tampil keren gunakan motor bermesin besar tanpa kemampuan yang mumpuni.

Pilihlah motor sesuai dengan kemampuan (skill) yang dimiliki. Menggunakan motor dengan mesin berkapasitas besar tidak menjamin perjalanan Anda menyenangkan.

“Memang benar mental dan cara berkendara yang baik dapat menjadi kunci pengendara berpostur kecil dapat mengendalikan motor dengan baik,” tambah Agus.

Dia mencontohkan para pebalap MotoGP berpostur sedang cukup lihai mengendalikan motornya dengan baik saat bermanuver, baik di tikungan maupun akselerasi di jalur lurus.

Baca juga:  Perdana, AHM-WMS Resmikan Teaching Factory di Tangerang

Menurutnya, bandingkan cara berkendara mereka dengan gaya pebalap motorcross saat di tikungan. Tubuh mengendalikan motor dan posisi tangan serta kaki yang berbeda.

Jika skill Anda ada dipastikan mental akan lebih baik saat berkendara, bahkan dengan motor yang besar dan berbagai kondisi jalan berbeda akan hasilkan sensasi bermotor yang menyenangkan.

Pemahaman mental tentu harus didukung dengan perlengkapan berkendara yang lengkap dan berkualitas baik. Perlengkapan yang baik scara maksimal dapat melindungi bagian tubuh terkena cidera berat saat kecelakaan.

Terakhir, pahami dengan baik karakter motor yang digunakan jangan asal berani. Motor didesain dengan beragam perbedaan mulai dari besar mesin, berat, fungsi hingga kemampuan menjelajah.

Dengan memahami karakter motor ini akan menghasilkan sikap berkendara untuk pengendara ketika melakukan perjalanan jauh dengan motor kesayangannya.

“Terpenting mental, tapi tanpa skill bisa fatal. Jadi pikirkan matang-matang sebelum memilih motor yang akan dijadikan teman berpetualang,” tutup Agus. [dp/TH]

Previous articlePenjualan Wuling Air ev Series Selama GIIAS 2023 Laris Manis
Next articleToyota Bukukan Total 5.796 SPK di GIIAS 2023, Avanza-Veloz Kontributor Terbesar