IMOS+ 2023 Janji Hadirkan Inovasi Terkini Motor Ramah Lingkungan

DAPURPACU – Perhelatan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2023 tinggal menghitung hari, yang dijadwalkan dibuka pada 25 Oktober, di Hall 10 ICE BSD-City, Tangerang.

Ajang yang lazim digelar dua tahunan (tahun genap) itu kini menempati venue baru yang diklaim lebih luas, sehingga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk dapat mengeksplorasi setiap model yang ditampilkan.

Dengan kepindahan lokasi ini menjadi tujuan utama bagi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) untuk menghadirkan lebih banyak inovasi dari industri sepeda motor Indonesia.

Tahun ini, pameran yang berganti nama menjadi IMOS+ itu diikuti lebih dari 50 peserta, termasuk 16 merek motor konvensional dan listrik seperti Honda, Royal Enfield, Suzuki, Scomadi, dan Yamaha.

Hadir pula 11 merek motor listrik seperti ALVA, Charged EV, Dhelvic, Greentech, Gova EV, Ion Mobility, Kool EV, Lisgo, Polytron, Savart EV, serta Selis.

Tak lupa juga berbagai merek industri pendukung turut meramaikannya, mulai dari beragam merek ban, spareparts, oli mesin, aksesoris helm dan apparel, serta berbagai peralatan berkendara pendukung lainnya.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan, perpindahan IMOS ke venue yang baru memberikan kesempatan untuk lebih memaksimalkan berbagai program acara bagi para pengunjung.

“Pameran ini akan menjadi kesempatan untuk penggemar sepeda motor merayakan cinta mereka terhadap kendaraan roda dua. Dan IMOS+ akan memfasilitasi pertemuan berbagai komunitas sepeda motor,” tambah

Baca juga:  Motor Listrik Charged Rimau Raih Sertifikat TKDN

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Penyelenggara Pameran IMOS+ ini memaparkan, untuk penyelenggaraan pertama di tahun ganjil ini pihaknya akan memberikan nuansa berbeda dibandingkan sebelumnya.

Sigit pun memastikan bakal memberikan kenyamanan terbaik kepada para pengunjung saat datang ke pameran. Untuk itu persiapan berbagai fasilitas bakal disediakan.

Dia juga menuturkan, AISI ingin memanjakan para pengunjung dengan berbagai kegiatan pendukung selama pameran sehingga terbangun kedekatan industri sepeda motor dengan konsumennya.

IMOS+ 2023 Jadi Pendongkrak Penjualan di Akhir Tahun

Jelang tutup tahun, banyak pabrikan sepeda motor berharap banyak faktor stimulus yang mampu mendongkrak penjualan model-model yang dipasarkan, bahkan melampaui dari tahun sebelumnya.

Hal itu pun diutarakan oleh Ketua Umum AISI, Johannes Loman yang menyebutkan bahwa penjualan motor tahun ini meningkat cukup signifikan di bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jika dirata-rata, lanjut Loman, penjualan sepeda motor tahun ini mengalami pertumbuhan 4,2 juta (year-on-year) dibanding tahun lalu. AISI pun menargetkan 5,8 juta-6 juta unit di tahun ini.

“Penyelenggaraan IMOS+ kami harapkan akan menjadi salah satu faktor pendorong untuk merealisasikan target penjualan motor di pasar domestik tahun ini,” katanya.

Baca juga:  Motor Listrik Charged Rimau Raih Sertifikat TKDN

Loman pun mengakui di tengah pertumbuhan penjualan motor yang makin membaik, industrinya juga mengalami perkembangan signifikan menyusul semakin kondusifnya kondisi perekonomian pasca pandemi Covid 19.

“Kami ingin IMOS+ bisa jadi wadah edukasi yang menjangkau konsumen secara langsung, terutama terkait dengan perkembangan teknologi terkini di industri motor berbasis listrik,” tambahnya.

Pada IMOS+ 2023, 11 pabrikan motor listrik bakal memajang produk berbasis listrik ke hadapan pengunjung, termasuk di dalamnya merek-merek baru juga muncul.

Sigit menegaskan, motor listrik makin menjamur di Indonesia dan memang sudah saatnya pabrikan besar, seperti anggota AISI misalnya, mulai menunjukkan ketertarikannya dengan itu.

Dia mengakui, kalau motor listrik, kebetulan anggota AISI belum ada yang menjual meski Honda dan Yamaha sudah menunjukkan modelnya. Rencananya AISI baru akan merilis program itu di bulan ini.

“Nanti beberapa anggota yang lain juga menyusul, jadi kami belum bisa berkomentar dengan subsidi itu. Tentunya dengan adanya subsidi jadi hal yang menarik lah buat para konsumen,” ujar Sigit.

Terkait penyeragaman baterai motor listrik, Sigit menjelaskan bahwa faktor ini menjadi mekanisme pasar, dimana menurutnya jika bisa diseragamkan justru semakin baik untuk pasar.

Sigit menuturkan, pasar yang besar membuat banyak produsen sepeda motor di Indonesia berlomba menyediakan varian sepeda motor yang sesuai dengan minat orang Indonesia.

Baca juga:  Motor Listrik Charged Rimau Raih Sertifikat TKDN

Para produsen terus memperbaharui produk sepeda motor mereka, dari varian entry level, mid-level, hingga jenis sepeda motor high-end, dengan desain, teknologi mesin, dan berbagai fitur-fitur canggih lainnya yang selalu disesuaikan dengan tren terkini, termasuk sepeda motor listrik.

Beragam Keseruan Dihadirkan

IMOS+ 2023 akan menghadirkan kegiatan Bazaar Helm Murah pada 25-27 Oktober khusus untuk para pengunjung, dimana mereka bisa memperoleh harga spesial untuk pembelian helm secara terbatas.

Terdapat juga live quiz dengan berbagai hadiah menarik yang diberikan. Tak kalah menarik akan ada grand prize sepeda motor untuk pengunjung IMOS+.

Bagi pengunjung yang membeli tiket secara online berkesempatan mengikuti program grand prize tersebut yang akan diundi pada hari terakhir pameran.

Pameran buka mulai pukul 10.00 WIB – 21.00 WIB, dimana pengunjung pembelian tiket bisa dilakukan ditempat (onsite) atau melalui online pada aplikasi Auto360.

Untuk harga tiketnya sebesar Rp35.000 saat weekdays (Rabu-Jumat) dan Rp50.000 pada weekends (Sabtu-Minggu) secara onsite. Sementara pembelian secara online sebesar Rp25.000 pada weekdays dan Rp40.000 saat weekends. [dp/TH]

Previous articleEkspor Kendaraan Merek Toyota Mampu menembus 2,5 Juta Unit Lebih
Next articleMekanik Arista Group Terjun di Hyundai World Skill Contest 2023