DAPURPACUID – VinFast tengah membidik pasar otomotif terbesar di Indonesia, yaitu roda dua, lewat motor listrik dan jaringan battery swapping demi mempercepat transisi hijau.
Langkah ekspansi pabrikan otomotif asal Vietnam dikarenakan masifnya Indonesia yang memasuki fase penting dalam percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Di tengah dorongan pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin, pasar roda dua menjadi sektor paling menarik perhatian pelaku industri kendaraan listrik global.
Di mata Vinfast, Indonesia tak hanya pasar ekspansi biasa, tapi sebagai pusat pertumbuhan baru kendaraan listrik di Asia Tenggara, terutama di segmen sepeda motor listrik.
Dengan populasi lebih dari 120 juta unit motor yang beredar di jalanan Indonesia, peluang elektrifikasi pasar tersebut dinilai oleh Vinfast sangat besar.
Meski demikian tantangan seperti harga kendaraan, kesiapan infrastruktur, hingga kepercayaan konsumen masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri.
“Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen,” kata CEO VinFast e-Scooter Indonesia, Yordan Satriadi.

Siapkan Serangan Besar di Pasar Roda Dua
Setelah mulai memperkenalkan kendaraan roda empat di Indonesia, VinFast kini bersiap masuk lebih dalam lewat lini e-scooter yang akan resmi meluncur pada Juni 2026.
Langkah ini dinilai strategis mengingat motor masih menjadi alat transportasi utama masyarakat, mulai dari kebutuhan harian, transportasi online, hingga layanan pengiriman barang.
Di tahap awal akan menghadirkan beberapa model seperti Evo, Feliz II dan Viper dengan teknologi battery swapping. Konsumen bahkan sudah bisa melakukan pemesanan sejak awal penjualan dibuka.
Tahun ini, VinFast berencana menghadirkan total delapan model untuk menjangkau berbagai segmen, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga pelaku usaha dan armada komersial.
Perusahaan menegaskan, fokusnya bukan sekadar perang harga murah. VinFast lebih menekankan pada nilai jangka panjang, termasuk efisiensi biaya penggunaan, kemudahan pengisian daya, serta layanan purnajual yang terintegrasi.
“Kami tidak hanya menjual kendaraan, termasuk roda dua, tetapi juga membangun pengalaman kepemilikan yang lebih praktis dan ekonomis,” jelas Yordan lebih lanjut.
Guna mempercepat adopsi kendaraan listrik, VinFast mulai membangun ekosistem pendukung secara agresif, salah satunya melalui pengembangan jaringan battery swapping bersama V-Green.

Model hybrid yang menggabungkan pengisian daya di rumah dan sistem tukar baterai disebut akan menjadi solusi utama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Saat ini, stasiun percontohan mulai dibangun di Jakarta jelang peluncuran resminya. Bahkan, VinFast menargetkan pembangunan ribuan outlet-nya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya pada 2026.
Pengembangan ini dilakukan bersamaan dengan ekspansi diler dan jaringan distribusinya. Saat ini, VinFast sudah menggandeng puluhan mitra diler di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali.
Jumlah outlet pun ditargetkan terus bertambah hingga ratusan titik di seluruh Indonesia di akhir 2026. Menariknya, VinFast akan memisahkan jaringan layanan roda dua dan roda empat.
Tujuannya agar kualitas layanan lebih optimal sesuai kebutuhan masing-masing konsumen. Selain pasar retail, VinFast juga membuka peluang kolaborasi dengan layanan transportasi dan armada komersial.
Termasuk potensi integrasi dengan ekosistem Green SM, untuk menyeimbangkan penjualan ritel dan kebutuhan armada komersial agar pertumbuhan keduanya dapat berjalan beriringan.
Dari sisi produksi, VinFast menerapkan strategi lokalisasi secara bertahap. Hal ini untuk menjaga daya saing di tengah dominasi pemain lama dengan rantai pasok lokal yang kuat.

Di tahap awal, perusahaan masih menggunakan skema Completely Built-Up (CBU) sebelum beralih ke perakitan lokal alias Completely Knocked Down (CKD) mulai 2027 mendatang.
“Daya saing kami dibangun lewat efisiensi operasional dan pengelolaan rantai berskala besar. Seiring meningkatnya tingkat lokalisasi, struktur biaya dan kemandirian rantai pasok kami juga akan semakin kuat,” tandas Yordan.
VinFast memastikan lini e-scooter mereka dirancang menghadapi kondisi jalan dan iklim tropis Indonesia. Setiap produk telah melalui pengujian ketat agar tetap andal digunakan dalam aktivitas harian masyarakat.
Bagi VinFast, Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas di Asia bersama India, Thailand, Filipina dan Malaysia, dalam ekspansi besar lini e-scooter mereka di kawasan Asia.
Dengan besarnya populasi pengguna motor di Indonesia, VinFast melihat peluang elektrifikasi roda dua dapat berjalan lebih cepat dibanding segmen kendaraan lain.
Lewat kombinasi produk, layanan baterai, infrastruktur, hingga pengembangan ekosistem terintegrasi, VinFast mencoba menawarkan konsep mobilitas listrik yang lebih lengkap.
Bukan sekadar menjual motor listrik saja, perusahaan ingin menjadi bagian dari perubahan besar transportasi masa depan di Indonesia. [dpid/TH]
![[VF ID] VinFast E-Scooter The Charge Journey - 2026](https://dapurpacu.id/wp-content/uploads/2026/05/VF-ID-VinFast-E-Scooter-The-Charge-Journey-2026.jpg)
