DAPURPACUID – PT Hutama Karya mengumumkan bakal mengoperasikan Jalan Tol Pekanbaru – Padang Seksi Padang – Sicincin tanpa tarif pada 20 Mei 2025, mulai pukul 07.00 WIB.
Pengoperasian ruas sepanjang 36 km ini pasca terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 519/KPTS/M/2025 tanggal 19 Mei 2025, yang menetapkan bahwa tol tersebut dapat dioperasikan secara penuh.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menjelaskan, ruas tol ini telah melewati Uji Laik Fungsi pada 22–24 Januari 2025, sebelum dioperasikan.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/5), kelayakan jalan ini diperkuat dengan diperolehnya Sertifikat Laik Fungsi Operasi (SLFO) pada 30 April 2025 dari Kementerian PU.
“Dengan lolosnya ULF dan terbitnya SLFO maupun Kepmen, Jalan Tol Padang – Sicincin resmi dinyatakan aman dan layak digunakan oleh masyarakat umum,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai jalan tol pertama di Provinsi Sumatra Barat, pengoperasian ruas ini menjadi sejarah baru dalam konektivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Adjib menambahkan, selama masa pengoperasian ini pengguna jalan dapat mulai membiasakan diri dengan ketentuan yang berlaku di jalan tol, khususnya dalam penggunaan kartu uang elektronik.
“Meski belum dikenakan tarif, pengguna tetap diwajibkan melakukan tapping kartu Uang Elektronik saat masuk dan keluar dari jalan tol. Pastikan kartu dalam kondisi aktif dan memiliki saldo yang cukup,” jelasnya.
Dari sisi manfaat, ruas tol ini secara signifikan memangkas waktu tempuh dari Kota Padang menuju Sicincin. Jika sebelumnya perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam melalui jalan nasional, kini cukup 30 menit saja dengan menggunakan tol.
Sebagai informasi, pada masa uji coba fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru (Desember 2024 – Januari 2025) dan Mudik Lebaran 2025 (23 Maret – 10 April 2025), ruas ini dilintasi ribuan kendaraan dengan catatan Zero Fatality.
“Pengoperasian tol ini adalah bagian dari komitmen Hutama Karya menghadirkan infrastruktur jalan tol yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Sumatra Barat,” tutup Adjib. [dpid/TH]

