Babak Baru Suzuki pada Teknologi Keselamatan ‘Papan Atas’ Melalui Fronx

DAPURPACUID – Dapat dikatakan Suzuki Fronx menjadi yang pertama di jajaran model PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), dengan ‘amunisi’ inovasi terbilang lengkap dan mumpuni.

Bagaimana tidak, salah satu teknologi yang dibenamkan merupakan yang pertama pada Sport Utility Vehicle (SUV) kompak bergaya coupe ini, yaitu teknologi keamanan dan keselamatan.

Inovasi itu adalah fitur Suzuki Safety Support, yang mengadopsi dari fitur sistem keamanan dan keselamatan terkini Advanced Driver Assistance System (ADAS) pada Suzuki Fronx tipe SGX.

Dengan begitu, Suzuki Fronx diyakini menjadi produk ‘pencetus’ inovasi teknologi keselamatan berkendara dari serangkaian model-model Suzuki di masa mendatang di Indonesia.

Model yang dipasarkan mulai dari harga Rp259 juta on the road (OTR) Jakarta ini dibekali dua pilihan mesin terbaik Suzuki saat ini, yaitu K15B, yang dibenamkan pada varian GL.

Sementara mesin lainnya bertipe K15C, yang mendapat imbuhan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi solusi bagi kendaraan ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan bahan bakar kendaraan.

Kembali pada Suzuki Safety Support, bagi Suzuki ini menjadi babak baru dalam menghadirkan produk fenomenal di Indonesia, yang didukung dengan belasan fitur keselamatan dan asistensi.

Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales, Dony Ismi Saputra mengatakan, Suzuki Safety Support merupakan perangkat canggih yang dirancang membantu pengemudi, tanpa menghilangkan pengalaman berkendara menyenangkan.

Baca juga:  Suzuki Tawarkan Deal Eksklusif di GJAW 2025, Trade-in Bisa Loh!

“Suzuki Indonesia telah menunjukkan bahwa fitur keselamatan canggih tidak harus dibenamkan pada mobil-mobil premium, dan Fronx telah membuktikannya,” jelas Dony.

Lebih lanjut Dony memaparkan, fitur ini merupakan serangkaian teknologi keselamatan aktif dan pasif yang dikembangkan oleh Suzuki, untuk membantu mencegah kecelakaan, mengurangi risiko tabrakan, serta memberikan rasa aman saat berkendara bagi pengemudi maupun penumpang.

Bahkan, secara segmentasi di kelasnya, kelengkapan teknologi keselamatan yang dibenamkan pada Fronx jauh lebih lengkap dibandingkan dengan kompetitor yang terlebih dahulu dirilis di pasar Indonesia.

Teknologi pada Suzuki Safety Suppport memanfaatkan keberadaan perangkat canggih seperti monocular camera, millimeter wave radar pada bagian depan, ditambah sensor gelombang milimeter di area belakang.

Seluruh perangkat pendukung tersebut bertugas untuk memantau kondisi sekitar kendaraan, dan secara otomatis akan mengambil tindakan bila diperlukan.

Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel menegaskan, alasan utama Suzuki membenamkan teknologi tersebut pada produk terbarunya itu yakni sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan berkendara.

“Kami ingin Fronx menjadi pionir transformasi fitur keselamatan Suzuki. Itulah mengapa Suzuki tidak setengah-setengah untuk urusan keselamatan. Ini bukan sekadar gimik, tapi benar-benar esensial bagi pengendara,” tandasnya.

Hadirnya teknologi Suzuki Safety Support kian melengkapi fitur keselamatan lainnya, seperti 6 Airbag, Electronic Stability Program (ESP), Anti-lock Brake System (ABS) dengan fungsi Electronic Brake Distribution (EBD).

Baca juga:  Suzuki Tawarkan Deal Eksklusif di GJAW 2025, Trade-in Bisa Loh!

Kemudian Brake Assist (BA), Immobilizer, ISOFIX di jok belakang, serta terdapat penambahan Hill Hold Control. Total ada 12 fitur Suzuki Safety Support pada Suzuki Fronx.

Adapun rinciannya yakni Dual Sensor Brake Support II (DSBS). Didukung kamera monokular dan sensor laser, kendaraan akan mendeteksi jika ada potensi tabrakan dengan objek di depan.

Peringatan yang diberikan berupa suara dan visual. Sehingga potensi tabrakan atau setidaknya mampu mengurangi kerusakan dengan kendaraan, sepeda, atau pejalan kaki.

Berikutnya Lane Keep Assist (LKA), bertugas untuk terus memosisikan kondisi Suzuki Fronx agar tetap di jalur semestinya dengan mendeteksi marka jalan di sisi kanan dan kiri.

Untuk mengaktifkan fitur yang ada di setir ini yaitu tekan tombolnya, lalu logo LKA akan muncul standby pada MID dan secara bersamaan tekan juga tombol ACC, maka LKA akan aktif.

Fitur Adaptive Cruise Control (ACC) sendiri berfungsi menjaga agar mobil tetap stabil melaju dengan kendaraan di depan dan berhenti jika kendaraan di depan berhenti.

Lalu fitur LDW & LDP (Line Departure Prevention – Warning), dimana memiliki fungsi yang serupa dengan LKA dan kedua fitur tersebut juga mengandalkan marka jalan.

Saat pengemudi hendak menyimpang dari jalur, sistem akan memberitahu pengemudi dengan peringatan suara dan getaran pada setir. Kemudian membantu pengemudi kembali ke jalur semestinya.

Fitur HBA (High Beam Assist) berfungsi mengubah lampu dekat (low beam) secara otomatis menjadi lampu jauh (high beam) saat kondisi jalan di depan sangat gelap, atau tidak ada cahaya sama sekali.

Baca juga:  Suzuki Tawarkan Deal Eksklusif di GJAW 2025, Trade-in Bisa Loh!

Dan kemudian secara otomatis juga akan kembali ke lampu rendah jika saat melewati mobil di depan. Berlanjut fitur BSM (Blind Spot Monitor), yang mendeteksi keberadaan mobil di titik buta dan memberitahu pengemudi.

Fitur RCTA (Rear Cross Traffic Alert) akan mendeteksi mobil yang mendekat dari arah belakang kiri dan kanan, dan peringatkan Anda dengan pandangan dan suara peringatan.

Sementara Vehicle Swaying Warning akan mendeteksi potensi mobil bergerak tak terarah alias zig zag, sekaligus mencegah pergerakan mobil tidak terkendali. 

Hadirnya fitur Head Up Display (HUD) akan membantu pengemudi berkendara tetap fokus dan konsentrasi saat di perjalanan. Adanya 360 View Camera juga membantu pengemudi untuk dapat melihat objek di sekitar mobil, yang sebelumnya terbatas sehingga sangat jelas.

Adapun fitur Parking Sensor dan Hill Hold Control juga menjadi salah satu ‘perangkat’ tambahan bagi pengemudi, baik saat parkir di area sempat maupun melewati jalan menanjak.

Fitur Hill Hold dapat menahan laju mobil pada kondisi tersebut dengan mudah saat perpindahan kaki dari pedal rem, dengan sistem yang mencegah mobil bergeser mundur selama 2 detik. [dpid/ADV]

 

Previous articleAHM – Wahana Honda Gagas Lagi AHBI di SMK Negeri 53 Jakarta
Next articleMotor Modifikasi Maka Cavalry ini Gratis Buat Konsumen Beruntung