DAPURPACUID – PT Wahana Makmur Sejati (WMS) bersama PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak perwakilan guru dari 56 SMK binaan mengikuti kegiatan dengan tajuk ‘Sarasehan’.
Berlangsung di SMK Negeri Kab. 7 Tangerang, Selasa (22/) lalu, digelarnya acara ini sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kolaborasi ini untuk memperkuat komitmen dalam pengembangan pendidikan vokasi TSM Honda, agar lulusan SMK tak hanya siap kerja, tapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan standar pelayanan terkini.
Sarasehan tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak AHM dan Wahana Honda untuk menyampaikan hasil evaluasi atau “rapor bayangan” dari masing-masing SMK binaan.
Mulai dari pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK), kelengkapan data portal Satu Hati Edukasi Program (SHEP), hingga kesiapan fasilitas praktik jadi indikator penilaian.

Tujuannya jelas, yaitu memastikan proses pembinaan melalui program Satu Hati Edukasi Program (SHEP) berjalan optimal dan berdampak nyata bagi siswa.
Sebagai bentuk penghargaan, WMS bersama AHM menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga kategori terbaik: pelaksanaan UKK, pengelolaan portal SHEP, dan nilai rapor bayangan.
Tak hanya itu, 17 unit motor Honda juga didonasikan kepada SMK terpilih sebagai alat praktik, agar pembelajaran lebih sesuai dengan teknologi dan standar industri saat ini.
Head of Technical Service Division PT WMS, Benedictus F. Maharanto mengatakan, ini bukan sekadar bantuan tapi investasi jangka panjang guna mencetak teknisi yang kompeten dan siap bersaing.
Menurutnya, kualitas pendidikan vokasi tak bisa dilepaskan dari dukungan industri yang aktif dan berkelanjutan. Sarasehan menjadi wadah penting memperkuat hubungan antara industri dan dunia pendidikan.

“Kami percaya keberhasilan vokasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan terjadi berkat adanya sinergi antara sekolah dengan pelaku industri otomotif roda dua khususnya untuk menyiapkan generasi unggul,” jelasnya.
Tak hanya memperkuat program vokasi, WMS juga membuka akses magang eksklusif bagi para siswa SMK binaan di jaringan bengkel resmi AHASS Jakarta-Tangerang.
Lewat skema ini, para siswa tak hanya belajar teori tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata menangani motor konsumen, langsung di bawah bimbingan mekanik bersertifikasi Honda.
“Kami ingin lulusan SMK tidak hanya siap dari sisi teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung di lingkungan kerja sesungguhnya,” tambah Benedictus.
Sarasehan: Wadah Silaturahmi dan Penyamaan Visi

Tak sekadar evaluasi, Sarasehan juga menjadi wadah silaturahmi antar SMK binaan dan tim WMS. Sekaligus menyerap masukan dari pihak sekolah, menyamakan persepsi, serta merancang penguatan program di semester berikutnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan vokasi harus terus bergerak dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi otomotif roda dua.
Melalui pendekatan menyeluruh—mulai dari pelatihan guru, penyediaan sarana praktik, kurikulum berbasis industri, hingga akses magang—WMS dan AHM yakin SMK binaan dapat mencetak generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap kerja.
Visi besar ini tidak hanya membangun SDM unggul, tetapi juga memperkuat rantai pasok teknisi handal bagi jaringan purna jual Honda di Indonesia. [dpid/TH]


