DAPURPACUID – Biaya logistik masih menjadi tantangan besar bagi industri manufaktur di Indonesia, dimana alokasi terbesarnya adalah pada sektor transportasi.
Sektor ini diklaim menyedot lebih dari separuh anggaran logistik perusahaan, sehingga ketergantungan terhadap armada truk untuk distribusi bahan baku dan produk jadi cukup tinggi.
Kondisi tersebut menuntut pentingnya strategi efisiensi menyeluruh agar rantai pasok tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan profitabilitas.
Melihat hal ini, PT Hankook Tire Sales Indonesia hadir dengan solusi konkret untuk membantu industri manufaktur menekan biaya operasional, khususnya di lini transportasi.
Melalui inovasi produk dan strategi pemeliharaan kendaraan, Hankook memberikan pendekatan holistik untuk mengurangi beban biaya logistik tanpa mengorbankan performa.
Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi menjelaskan, efisiensi logistik kini menjadi elemen vital dalam mempertahankan daya saing bisnis.

Menurutnya, industri manufaktur memang menghadapi tekanan besar dari berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, hingga tantangan rantai pasok dan biaya logistik.
“Kami berkomitmen terus mendukung pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia melalui inovasi produk yang berorientasi pada keberlanjutan dan efisiensi jangka panjang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ahmad Juweni, National Sales Manager Truck & Bus Radial Hankook Tire Sales Indonesia, salah satu kunci efisiensi terletak pada perhitungan Total Cost of Ownership (TCO) kendaraan komersial.
Biaya terbesar umumnya berasal dari operasional harian, yaitu bahan bakar, perawatan dan perbaikan armada. Jika salah satunya bermasalah, seluruh sistem distribusi dapat terganggu.
“Pengelolaan TCO harus dilakukan sejak awal, mulai dari pemilihan kendaraan, perawatan, hingga pemakaian ban sesuai rute dan beban. Semua aspek ini berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional,” tegas Ahmad.
Kendaraan yang umum digunakan di industri manufaktur yakni truk engkel untuk distribusi lokal, serta tronton dan trailer untuk pengiriman regional hingga nasional.

Dalam praktiknya, Hankook Tire mengidentifikasi empat langkah utama yang dapat diterapkan untuk menekan biaya transportasi, sebagai berikut:
1. Pemeliharaan Kendaraan Secara Preventif
Pemeriksaan harian wajib dilakukan sebelum armada logistik beroperasi, mulai dari mengecek tekanan angin ban, sistem rem, kondisi lampu, hingga oli mesin.
Servis rutin alias berkala juga harus dijadwalkan untuk menjaga performa, seperti pada mesin, filter dan sistem suspensinya.
Dengan melakukan perawatan preventif terbukti dapat menekan biaya perbaikan tahunan hingga 20%, termasuk risiko downtime, karena kerusakan besar bisa dihindari sejak dini.
2. Gaya Mengemudi yang Tepat
Hindari akselerasi mendadak dan pengereman mendadak. Cara berkendara yang kasar mempercepat keausan ban dan komponen lainnya (suspensi), serta boros bahan bakar.

Edukasi safety driving sangat disarankan untuk membentuk kebiasaan mengemudi yang lebih efisien dan aman. Biasakan mengemudi dengan halus dan stabil, seperti menjaga jarak aman dan memperhatikan marka jalan.
Patuhi batas kecepatan sesuai aturan, maksimal 100 km/jam di jalan bebas hambatan, 80 km/jam di jalan antarkota, 50 km/jam di kawasan perkotaan dan 30 km/jam di kawasan permukiman.
3. Perhatikan Kapasitas Angkut
Muatan berlebih tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mempercepat kerusakan pada kendaraan. Mengelola muatan dengan bijak sangat penting untuk menjaga performa truk dan keselamatan di jalan.
Pastikan truk tidak membawa beban melebihi kapasitas maksimal yang direkomendasikan pabrikan. Hal ini penting untuk menjaga usia pakai kendaraan dan ban.
4. Pemilihan Ban yang Tepat
Pemilihan ban sesuai dengan kondisi medan jalan dan beban kendaraan berdampak besar pada efisiensi biaya. Ban yang tepat berpengaruh besar terhadap umur pakai dan efisiensi biaya operasional.

Hankook Tire merekomendasikan Smart Flex AH31 atau AH31K untuk rute antar kota maupun di jalan tol, karena dirancang khusus untuk medan on-road.
Dengan pemilihan, pemakaian dan perawatan yang tepat, ban tipe ini bisa mencapai umur pakai optimal. Sebaliknya, jika digunakan ban tipe off road di kondisi jalan tol, ban akan lebih cepat rusak sehingga masa pakainya lebih pendek.
Solusi Ban untuk Armada Manufaktur
Hankook Tire Indonesia menghadirkan seri Smart Flex yang dirancang untuk operasional jarak jauh dengan daya tahan tinggi dan konsumsi bahan bakarnya diklaim efisien.
Ahmad menjelaskan, Hankook Tire menghadirkan rangkaian produk Smart Flex series yang dirancang untuk mendukung operasional armada logistik jarak jauh. Ketiganya yaitu Smart Flex AH51, Smart Flex AH35 dan Smart Flex AH31/AH31K.6
“Dengan daya cengkeram optimal, keausan merata dan durabilitas tinggi, ketiga ban ini membantu perusahaan manufaktur menjaga performa kendaraan sekaligus menekan biaya operasional,” pungkasnya. [dpid/TH]

