Abaikan Shockbreaker Rusak? Ini Enam Efek Sampingnya!

DAPURPACUID – Shockbreaker rusak bukan cuma soal kenyamanan terganggu, tapi juga soal keselamatan yang dipertaruhkan. Jangan sepelekan komponen penting ini!

Shockbreaker atau peredam kejut merupakan bagian vital dalam sistem suspensi kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Tugas utamanya adalah menyerap guncangan agar getaran tidak langsung ditransfer ke bodi kendaraan dan penumpang.

Dengan dipasangkannya komponen tersebut untuk menjaga kestabilan sekaligus kenyamanan penggunanya selama berkendara di berbagai kondisi jalan.

Meski tampak sepele, shockbreaker bekerja cukup kompleks. Di dalamnya terdapat oli dan pegas yang bertugas mengatur gerakan roda saat kendaraan melintasi jalanan tidak rata.

Tanpa shockbreaker yang berfungsi baik, kendaraan akan sulit dikendalikan karena terus memantul tanpa kendali setelah menghantam lubang atau polisi tidur.

Sayangnya, banyak pengendara yang menunda mengganti shockbreaker yang rusak, dengan salah satu alasan yang lazim mereka gunakan, yaitu ‘masih bisa jalan’.

Baca juga:  Mubes AHJ 2026, Perkuat Soliditas Komunitas Honda Jakarta

Padahal, kondisi ini dapat memicu kerusakan berantai pada komponen lainnya dan meningkatkan risiko kecelakaan. Berikut enam efek samping yang timbul jika shockbreaker dibiarkan rusak, dilansir dari laman Wahana Honda.

1. Kenyamanan Berkendara Menurun

Peredaman akan guncangan jadi tidak optimal. Hasilnya, kendaraan terasa keras dan sering memantul berlebihan saat melintasi jalan rusak dan jauh dari kata nyaman.

2. Kerusakan Menular ke Komponen Lain

Shockbreaker yang lemah bisa mempercepat keausan pada coil spring, bushing suspensi, ball joint, hingga mempercepat ban aus. Biaya perbaikan jadi lebih besar karena menjalar ke banyak bagian.

3. Risiko Kecelakaan Meningkat

Kestabilan motor terganggu, terutama saat menikung tajam atau melakukan pengereman mendadak. Kendaraan lebih mudah kehilangan traksi, yang berujung tergelincir atau kecelakaan.

4. Keausan Ban Tidak Merata

Tekanan ban jadi tidak seimbang, membuat keausan terjadi secara tidak merata. Akibatnya, umur ban jauh lebih pendek dan performa berkendara menurun.

Baca juga:  Wahana Bawa 'SEMOK' ke Kantor Redaksi, Ada Apa Sebenarnya?

5. Muncul Bunyi Aneh

Shockbreaker rusak sering ditandai dengan bunyi ‘gluduk-gluduk’ di area roda saat melewati jalan bergelombang. Ini bukan cuma mengganggu, tapi juga tanda ada masalah serius pada sistem suspensi.

6. Rem Jadi Kurang Efektif

Tekanan roda ke aspal tidak stabil karena peredaman yang lemah. Efeknya, pengereman jadi kurang maksimal, terutama saat terjadi brake dive atau nose dive.

Servis Berkala, Kunci Performa Tetap Optimal

Untuk menjaga performa suspensi dan keselamatan berkendara, pastikan rutin memeriksa kondisi shockbreaker di bengkel terpercaya, seperti AHASS untuk pengguna motor Honda.

Manfaatkan juga booking service dan layanan kunjung AHASS untuk fleksibilitas waktu servis. Jangan tunggu hingga kerusakan menjalar lebih jauh. Shockbreaker bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal nyawa. [dpid/TH]

Previous articleMain Game Seru di Aplikasi WANDA, Raih Voucher Belanja!
Next articleJaga Performa Motor, Jangan Abaikan Kondisi Bearing