DAPURPACUID – (15–16 November 2025) Begitu saya masuk ke area CIBIS Park, Jakarta Selatan, Sabtu pagi, saya langsung tahu: ini bukan sekadar car meet-up, ini festival budaya Honda.
Ribuan pengunjung sudah memenuhi area. Komunitas datang dari luar kota membawa bendera, fotografer sibuk berburu angle, sementara aroma kopi dari Honda Dreams Café menyeruak dari tengah keramaian.
Honda Culture Indonesia Vol.2 tahun ini terasa jauh lebih besar, hidup, dan penuh energi dibanding tahun sebelumnya. Usai melakoni roadshow di 10 kota besar Indonesia, acara puncak ini menjadi titik temu pengguna dan komunitas Honda, menghadirkan harmoni antara otomotif, kreativitas, dan budaya urban dalam satu pengalaman dua hari.
Di pusat acara, semua orang berkumpul mengelilingi deretan mobil ikonik Honda. Saya bertemu Honda TN-360, Honda S500, sampai Honda NSX NA1 yang membuat pengunjung tak berhenti memotret. Di sebelahnya, dua Civic Estilo dan S2000 jadi rebutan konten TikTokers.
Ada juga 10 mobil favorit dari roadshow (yang saya ulas pada artikel sebelumnya). Mereka kini tampil berdampingan, berbaur dengan 24 mobil komunitas terkurasi dari berbagai kota. Dari dekat, saya bisa lihat bagaimana setiap mobil punya cerita dan karakternya sendiri.

President Director PT Honda Prospect Motor, Shugo Watanabe mengaku bangga dapat kembali menghadirkan gelaran Honda Culture Indonesia untuk kedua kalinya, sejak debutnya pada tahun lalu.
“Acara ini bukan sekadar perayaan otomotif, tapi juga wadah ekspresi lintas generasi yang menyatukan semangat komunitas, kreativitas dan gaya hidup. Melalui Honda Culture, kami ingin menunjukkan bahwa Honda adalah bagian dari perjalanan dan kisah masyarakat Indonesia yang terus menyala sepanjang masa,” tutur Shugo, disela pembukaan acara, Sabtu (15/11).
Shugo pun memaparkan bahwa acara Honda Culture Vol.2 dihadiri oleh 37 komunitas aktif Honda, yang memiliki sekitar 100 chapter dan lebih dari 50.000 anggota di seluruh Indonesia.
Musik membuat suasana makin pecah: Diskopantera dan Moluccan Soul mengguncang di panggung utama pada hari ini (Sabtu), lalu Diskoria feat. Neida menutup Minggu malam dengan euforia yang diyakini makin membuncah.
Di sisi lain, Lifestyle Zone terasa seperti festival urban. Twilo membangun skate ramp kecil, memadukan budaya jalanan dan otomotif. Kompetisi skate board berlangsung panas di bawah matahari sore.

Komunitas foto Hayomoto menggelar Photo Challenge bertema “Through the Years, Through the Lens”. Saya berbincang dengan beberapa finalis yang memperlihatkan karya roadshow mereka dari 10 kota. 30 karya dipajang dan semuanya punya perspektif berbeda tentang Honda dan komunitasnya.
Banyak juga aktivitas menarik seperti nail art, barber, temporary tattoo, hingga Trunk Market, yang menjual berbagai suku cadang, apparel komunitas, serta aksesori unik.
Relax Zone lebih tenang, tapi tetap ramai. Ada Honda Step WGN dan area electrified experience yang membuat pengunjung bisa menjajal teknologi Honda. Hayomoto Gallery Walk menampilkan 15 foto terbaik—cukup membuat saya terpaku beberapa menit.
Di Culture Zone, Honda membangun ruang khusus untuk komunitas. Ada Racing Simulator, redeem merchandise Honda Culture Canvas, hingga Honda Service Point untuk cek ringan atau ganti oli di lokasi.
Kemudian di area dyno test, suara mesin meraung tanpa henti. Pengunjung pun ramai mengelilingi, ingin tahu mobil mana yang hasilnya paling tinggi.

Tak kalah seru, area test drive juga diserbu para pengunjung hingga anggota komunitas yang ingin mencoba performa beragam lini model yang disediakan. Honda Brio, WR-V, HR-V e:HEV, sampai Step WGN mendapat antrian panjang.
Shugo Watanabe (HPM) menegaskan bahwa acara ini bukan hanya otomotif, tetapi kultur. Dari setelan mobil 80-an sampai anak muda yang baru beli Honda Brio, semua berkumpul dan saling berbagi semangat.
Dan memang terasa: Honda Culture Indonesia Vol.2 berhasil memadukan otomotif, lifestyle, dan komunitas dalam satu panggung raksasa.
Festival ini bukan hanya tentang mobil, tetapi perjalanan perjalanan komunitas yang membuat Honda bertahan lebih dari 50 tahun di Indonesia.
Dua hari ini penuh cerita. Mobil ikonik, karya modifikasi terbaik, hiburan musik, aktivitas komunitas, dan energi positif yang menyala dari pagi hingga malam.
Honda Culture Indonesia Vol.2 bukan titik akhir, tapi titik loncatan. Melihat antusiasme ribuan pengunjung, saya yakin… kultur ini masih akan terus berkembang, menyala, dan semakin kuat di tahun-tahun berikutnya.


