Suzuki Indonesia Genjot Ekspor Fronx dan Satria ke Asia Tenggara

DAPURPACUID – Suzuki Indonesia resmi melepas ekspor perdana Fronx dan Satria ke berbagai negara tujuan di Asia Tenggara, di fasilitas Plant Cikarang, Jawa Barat, Selasa.

Tidak tanggung-tanggung, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mencanangkan target optimis hingga ratusan ribu unit untuk dua tahun kedepan, yaitu sampai 2027 mendatang.

Pengapalan perdana Suzuki Fronx dan Satria baik varian Pro maupun 150, diharapkan mampu mencapai 180.000 unit dengan target 30.000 unit Fronx dan 150.000 unit Satria hingga 2027.

Dengan kegiatan ekspor ini menjadi langkah strategis guna menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur Suzuki di pasar regional, sekaligus memperluas kontribusi industri otomotif nasional di kancah global.

Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales, Minoru Amano menuturkan, ekspor perdana ini merupakan bentuk kesiapan Indonesia untuk bersaing di pasar Internasional.

Amano-san pun menegaskan bahwa Suzuki selalu memproduksi kendaraan berstandar global, serta mampu memenuhi dan menyesuaikan dengan regulasi negara tujuan.

Baca juga:  Suzuki New Carry, Kendaraan Niaga Ringan Siap 'Tempur' Berbagai Usaha

“Langkah maju ini menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu basis produksi strategis Suzuki di Asia Tenggara,” imbuh Amano dalam sambutannya.

Indonesia Jadi Basis Produksi Utama

Komitmen strategis ini didukung oleh Pemerintah melalui kehadiran Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza. Keterlibatan Pemerintah ini turut menegaskan sinergi kuat antara regulator dan pelaku industri.

Dengan memperkuat sektor ekspor, Suzuki mampu menunjukkan kapabilitas beserta daya saing yang lebih andal ditengah kompetisi merek, serta bisnis otomotif dalam negeri.

Sebagai kontributor ekspor sektor manufaktur (non-migas), Suzuki memproyeksikan pendapatan dari kedua produknya itu sanggup memberikan injeksi positif bagi devisa negara.

Jenama asal Jepang yang telah lama membangun industri di Indonesia ini menargetkan bisa mengapalkan Fronx sejumlah 30.000 unit serta Satria sebanyak 150.000 unit.

Angka tersebut dihitung mewakili target volume kumulatif pengiriman ke luar negeri sampai dengan 2027 mendatang. Proyeksi kuantitas ini juga menempatkan masing-masing produk sebagai model strategis.

Baca juga:  Re-Laptop Project, Upaya Suzuki Dukung Digitalisasi Sekolah

Menurut kalkulasi internal, Fronx diyakini berkontribusi sekitar 30% terhadap ekspor mobil Suzuki hingga 2027. Sedangkan Satria disinyalir mampu mencapai lebih kurang 60% dari keseluruhan ekspor sepeda motor Suzuki dengan durasi yang sama.

Tahap awal, kawasan Asia Tenggara akan menjadi destinasi utama ekspor Fronx dan Satria. Suzuki memilih Fronx guna menjawab tren SUV global yang saat ini bertumbuh.

Sedangkan Suzuki Satria diyakini dapat memenuhi antusiasme publik sejumlah negara terhadap sepeda motor performa tinggi. Sekaligus bukti kesiapan Indonesia bersaing di pasar global.

Kedua model juga membawa kebanggaan tersendiri karena tingginya kandungan komponen lokal dalam proses produksinya, yaitu Fronx hingga 63% dan Satria 82%.

“Setiap unit ekspor yang kami kirimkan ke pasar mancanegara adalah representasi kualitas kompetensi industri Indonesia. Sekaligus kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia,” jelas Amano.

Dia memaparkan, kegiatan ekspor ini tak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal dan sumber daya manusia.

Baca juga:  Suzuki Tambah Lima Diler Motor, Perkuat Layanan 3S

“Termasuk dalam peningkatan perekonomian Nasional. Kami akan terus memperkuat sekaligus mengamankan posisi sentral Indonesia di panggung otomotif dunia,” tandas Amano. [dpid/TH]

Previous articleTyranno Dinobatkan Sebagai Motor Listrik Terbaik 2025
Next articlePolytron Fox 350 Resmi Meluncur, Ada Opsi Sewa Baterai