DAPURPACUID – Memanfaatkan ajang GIICOMVEC 2026, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan solusi mobilitas adaptif melalui New Carry dalam berbagai bentuk karoseri.
Melalui kehadiran enam model modifikasi yang fleksibel dan siap pakai lintas sektor bisnis semakin menegaskan komitmen Suzuki pada segmen kendaraan niaga ringan.
Dengan begitu Suzuki telah membuktikan bahwa kendaraan niaga bukan sekadar alat angkut, tapi fondasi penting penggerak ekonomi modern, sejalan semangat ‘Drive Your Business Forward’.
Di sisi lain, hadirnya New Carry dengan berbagai model ini juga sebagai representasi fleksibilitas sasis Suzuki, mulai dari sektor transportasi publik, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan dan pelaku UMKM.
Keunggulan sasis Suzuki untuk berbagai kebutuhan usaha tersebut ditegaskan oleh Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT SIS, Dony Ismi Saputra.

“Sasis kendaraan niaga Suzuki memiliki keuntungan berupa fleksibilitas tinggi, agar dapat menyesuaikan berbagai kebutuhan pelanggan,” imbuhnya dalam siaran resmi.
“Kendaraan komersial Suzuki juga hadir sebagai solusi mobilitas yang membantu proses distribusi agar dapat menjangkau berbagai wilayah dengan optimal,” ujar Dony lebih lanjut.
“Kehadiran enam unit modifikasi di GIICOMVEC 2026 ini membuktikan bahwa kendaraan komersial kami sangat adaptif untuk dikonversi menjadi apa saja,” tandasnya.
Solusi Mobilitas Tangguh
Sorotan utama hadir lewat New Carry Angkot Concept, sebuah konsep terbaru yang dirancang sebagai referensi moda transportasi publik perkotaan yang efisien, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masa kini.
Tak hanya itu, Suzuki juga menghadirkan New Carry Box MBG dan APV MBG sebagai solusi distribusi untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kendaraan tersebut telah dirancang untuk mendukung mobilitas logistik yang cepat, efisien, serta mampu menjangkau berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Pada layanan kesehatan, Suzuki menampilkan New Carry Ambulance dan APV Ambulance. Keduanya telah menjadi pilihan untuk ambulans maupun puskesmas keliling, berkat daya tahan dan kemudahan konversinya.
Sementara untuk mendukung pelaku usaha, hadir New Carry Moko atau mobil toko. Konsep ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi UMKM dalam menjangkau konsumen secara langsung di berbagai lokasi.
Suzuki menegaskan, kekuatan utama kendaraan niaganya terletak pada fleksibilitas sasis yang mudah dikembangkan sesuai kebutuhan. Hal ini menjadikan setiap unit mampu beradaptasi dengan berbagai sektor industri.
Hal tersebut jelas diamini oleh Dony, yang menuturkan bahwa kendaraan Suzuki tak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Komitmen kami terus menghadirkan produk komersial yang tangguh, demi mendukung laju pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui inovasi dan kolaborasi yang ditampilkan di GIICOMVEC 2026, Suzuki memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi mobilitas komersial yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. [dpid/TH]

