DAPURPACUID – Komponen kecil pada setang sepeda motor ini sering kali diremehkan, padahal kerusakannya bisa berdampak langsung pada keselamatan saat berkendara di jalan.
Bentuknya yang terlihat kecil, saklar alias switch yang ada di kanan-kiri setang motor justru memegang peran vital. Tanpa disadari, komponen ini menjadi penghubung utama berbagai fitur penting.
Mulai dari lampu sein, klakson, hingga tombol starter. Saat saklar bermasalah, respons motor bisa melambat dan berisiko memicu situasi berbahaya di jalan.
Masalahnya, gangguan saklar motor jarang datang tiba-tiba. Umumnya muncul perlahan akibat usia pakai, paparan lingkungan, hingga kebiasaan berkendara yang kurang disadari oleh pemilik.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran konsumen, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mengajak pengendara memahami penyebab umum saklar motor tidak berfungsi optimal agar dapat dicegah sejak dini.

Technical Analyst WMS, Wahyu Budhi mengatakan, saklar motor memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan berkendara. Gangguan kecil bisa berdampak serius di jalan.
“Karena itu, kami mengimbau kepada para konsumen untuk rutin melakukan pemeriksaan di bengkel resmi AHASS, agar kondisi saklar dan sistem kelistrikan tetap terjaga sesuai standar,” tutur Wahyu.
Penyebab Umum Saklar Motor Bermasalah
1. Saklar Kotor dan Berdebu
Debu jalanan, pasir halus, hingga sisa air hujan dapat masuk ke celah saklar dan menempel pada kontak listrik di dalamnya. Gejala awal biasanya tombol terasa berat atau kurang responsif. Jika dibiarkan, aliran listrik bisa terhambat dan saklar berhenti bekerja.
2. Komponen Internal Mulai Aus
Pemakaian motor dalam jangka panjang membuat bagian internal saklar seperti pegas, plat kontak, dan komponen plastik mengalami penurunan kualitas. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari karena perubahan performanya berlangsung perlahan.
3. Kontak Saklar Berkarat
Motor yang kerap digunakan saat hujan atau disimpan di area lembap berisiko mengalami korosi. Karat pada kontak listrik menghambat arus, membuat saklar tampak normal dari luar, tetapi tidak merespons saat ditekan.
4. Gangguan pada Kabel Kelistrikan
Masalah saklar tidak selalu bersumber dari unitnya. Kabel yang putus, longgar, atau mengalami korsleting dapat membuat saklar gagal berfungsi meski kondisinya masih baik.

5. Modifikasi Kelistrikan Tak Sesuai Standar
Penggunaan saklar aftermarket atau modifikasi kelistrikan tanpa perhitungan yang tepat dapat menyebabkan arus listrik tidak stabil. Dampaknya, saklar lebih cepat rusak dan berpotensi mengganggu komponen kelistrikan lainnya.
WMS mengingatkan kepada para pengendara agar tak menunggu hingga saklar benar-benar rusak. Pemeriksaan rutin di bengkel AHASS memungkinkan potensi gangguan terdeteksi lebih awal.
Sebab, dengan melakukan pemeriksaan dini di bengkel AHASS bakal ditangani oleh teknisi bersertifikat, menggunakan peralatan standar Honda dan suku cadang asli.
Untuk kenyamanan konsumen, AHASS juga menyediakan layanan booking service melalui aplikasi WANDA sehingga perawatan motor dapat dilakukan tanpa harus mengantre lama.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya perawatan berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Lewat edukasi ini, WMS berharap pengendara semakin peduli terhadap kondisi motornya. Perawatan rutin bukan hanya menjaga performa, tapi juga jadi investasi keselamatan jangka panjang di jalan raya. [dpid/TH]


