DAPURPACUID – Toyota Indonesia berhasil mengapalkan 298.457 unit selama 2025. Jumlah ini melonjak sebesar 8 persen bila dibanding tahun sebelumnya sebanyak 276.089 unit.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Toyota Indonesia menunjukkan konsistensi sebagai motor utama ekspor kendaraan nasional. Khususnya dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Angka ini mempertegas kontribusi signifikan Toyota terhadap total ekspor unit secara utuh (CBU) dari Indonesia, yang mampu menembus 518.212 unit pada tahun yang sama.
Kontributor utama capaian ini yaitu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), yang secara konsisten menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor CBU nasional sejak 2020.
Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor sebanyak 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto menegaskan, capaian ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, pelaku industri dan rantai pasok otomotif nasional dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, peningkatan ekspor kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun elektrifikasi sepanjang 2025, turut memperkuat fondasi industri otomotif sekaligus menopang neraca perdagangan nasional.
“Hal ini mengingat peran sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” tutur Nandi, pada keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.
Model Andalan Ekspor Toyota Indonesia
Sejumlah model menjadi tulang punggung ekspor Toyota Indonesia sepanjang periode Januari-Desember 2025, di antaranya Toyota Kijang Innova Zenix ICE dan Hybrid (HEV).
Kemudian Toyota Veloz, Fortuner, serta Yaris Cross (ICE & HEV). Khusus kendaraan elektrifikasi, ekspor mencapai 22.868 unit pada 2025, naik 23 persen dari 18.553 unit pada 2024.
Tren kinerja ekspor tersebut menunjukkan meningkatnya penerimaan pasar global terhadap kendaraan hybrid produksi Indonesia. Sekaligus melengkapi performa industri otomotif nasional.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang membangun industri otomotif nasional.
Termasuk dalam meningkatkan tingkat kandungan lokal yang kini mencapai 80 persen. Menurutnya, pencapaian ini tak dapat diraih melalui proses singkat, tapi butuh kerja keras dan dedikasi panjang.
Dipaparkan, perjalanan panjang ini dimulai dari aktivitas impor di era 1970-an, berlanjut melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi dan kendaraan utuh.
“Seiring peningkatan tingkat kandungan lokal, kami turut mendukung penguatan industri otomotif nasional lewat produksi dan ekspor kendaraan ICE, serta model elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV,” tutup Bob.
Pertumbuhan ekspor berjalan paralel dengan penguatan pasar domestik. Kombinasi ini menciptakan skala ekonomi lebih kompetitif, menjaga keberlanjutan investasi, serta membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja Indonesia.
Dengan fondasi manufaktur kuat, dukungan rantai pasok lokal dan pengembangan model elektrifikasi, Toyota Indonesia mempertegas posisi sebagai basis produksi serta ekspor strategis di kawasan. [dpid/TH]

