DAPURPACUID – Kinerja PT Adi Sarana Armada (ASSA) melalui berbagai lini bisnisnya,mampu melesat dengan pendapatan mencapai Rp6 triliun di tutup tahun lalu (2025).
Hasil ini menunjukkan performa perusahaan yang solid di tengah dinamika industri mobilitas dan logistik. Kesuksesan tersebut ditopang kuat sektor logistik dan rental.
Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan, sekaligus mempertegas posisinya sebagai pemain terintegrasi dalam ekosistem transportasi dan distribusi di Indonesia.
Tak hanya itu, lonjakan kinerja juga tercermin dari peningkatan laba bersih yang impresif. Strategi ekspansi yang terukur, termasuk diversifikasi bisnis jadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, ASSA membukukan pendapatan lonjakan konsolidasi sebesar 21 persen (YoY). Capaian ini turut mendorong laba bersih melonjak hingga 81 persen menjadi Rp596,6 miliar, dibanding Rp330,1 miliar pada tahun sebelumnya.

Segmen logistik yang mencakup Cargoshare, Anteraja dan ASSA Logistics, menjadi kontributor terbesar dengan porsi 44 persen terhadap total pendapatan.
Lini bisnis tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya permintaan distribusi. Total pendapatan dari segmen ini mencapai Rp2,7 triliun atau naik 39 persen.
Di posisi berikutnya, segmen rental melalui ASSA Rent mencatatkan pendapatan Rp2 triliun atau tumbuh 5 persen. Basis pelanggan yang luas dan beragam menjadi fondasi utama stabilitas bisnis ini.
Sehingga tetap mampu mencatatkan kinerja positif di tengah persaingan. Sementara itu, ekosistem kendaraan bekas melalui JBA dan Caroline juga menunjukkan performa yang solid.
Melalui PT Autopedia Sukses Lestari, ASSA mencatatkan pendapatan Rp1,1 triliun atau naik 23 persen. Selain itu, lini bisnis lelang JBA turut menyumbangkan Rp260,8 miliar sepanjang 2025.

“Untuk menjaga agar momentum ini berkelanjutan, ASSA akan terus melanjutkan ekspansi dan melakukan efisiensi operasional,” tutur Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto.
Di sektor logistik, ASSA fokus memperkuat layanan end-to-end lewat pengembangan segmen B2B melalui Cargoshare. Perseroan tengah merampungkan pembangunan fasilitas cold storage terbesar Coldspace, di Kawasan Pulo Gadung guna mengoptimalkan layanan cold chain delivery.
Di sisi lain, ekspansi juga dilakukan di bisnis kendaraan bekas. Platform Caroline.id terus memperluas jaringan cabang ke berbagai wilayah potensial, sementara JBA meningkatkan performa layanan lelang.
Untuk bisnis rental, ASSA menjaga daya saing dengan melakukan peremajaan armada serta mempertahankan jumlah unit di kisaran 29.000 hingga 30.000 kendaraan.
“Dengan beragam strategi, ASSA optimis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif tersebut. Tahun ini, perusahaan menargetkan kinerja tetap solid dengan pendekatan yang konservatif namun terukur,” tutup Prodjo. [dpid/TH]

