Mobil Hybrid Toyota Wajib BBM Tepat, Ini Alasannya

DAPURPACUID – Popularitas mobil hybrid di Indonesia terus meningkat seiring kebutuhan kendaraan tersebut. Namun ada satu hal krusial di balik teknologi canggihnya.

Naasnya, kondisi krusial ini kerap kali diabaikan, yakni pemilihan bahan bakar yang tepat. Padahal, pemilihan BBM sesuai rekomendasi pabrikan menjadi kunci utama menjaga performa mesin hybrid tetap optimal.

Tanpa hal ini, efisiensi serta performa optimal yang seharusnya menjadi keunggulan justru bisa menurun drastis. Termasuk seiring pemakaian kerusakan serius akan dialami kendaraan.

Untuk itu, Auto2000 mengingatkan para pengguna mobil hybrid Toyota tetap mengandalkan mesin bensin sebagai bagian penting dari sistem penggerak, sehingga kualitas bahan bakar tidak boleh diabaikan.

Pada mobil-mobil hybrid seperti Toyota Veloz Hybrid dan Kijang Innova Zenix Hybrid, mesin bensin bakal bekerja berdampingan dengan motor listrik.

Teknologi seperti Dual VVT-i hingga Dynamic Force Engine dirancang menghasilkan tenaga optimal sekaligus efisiensi tinggi. Namun, performanya hanya bisa dicapai jika menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai.

Baca juga:  Kupas Baterai Toyota Veloz Hybrid EV, Ini Fakta Pentingnya

Menurut Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, penggunaan bensin yang tepat memastikan proses pembakaran berjalan sempurna sehingga tenaga yang dihasilkan tetap maksimal.

Dia menjabarkan, di bawah kap mesinnya tersemat teknologi canggih Dual VVT-i atau katup variabel dengan rasio kompresi di atas 13:1. Pada New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, mesinnya mengaplikasikan teknologi Dynamic Force Engine.

“BBM sesuai rekomendasi Toyota menjaga proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin agar optimal dan menghasilkan tenaga sesuai kebutuhan,“ imbuhnya dalam siaran resmi, Jumat (27/3).

Bahaya Knocking pada Mesin

Salah satu risiko utama penggunaan BBM oktan rendah adalah terjadinya knocking atau detonasi. Kondisi ini terjadi saat bahan bakar terbakar sebelum waktunya di dalam ruang bakar.

Sehingga pembakaran tidak sempurna. Gejala knocking biasanya ditandai suara ‘ngelitik’ saat akselerasi, terutama ketika mobil membawa beban berat atau melintasi tanjakan.

Baca juga:  Kupas Baterai Toyota Veloz Hybrid EV, Ini Fakta Pentingnya

Dampaknya tak hanya menurunkan performa, juga membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Dalam kondisi seperti perjalanan jauh atau mudik, masalah ini bisa sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

Dampak Jangka Panjang pada Mesin

Selain menurunkan performa, pembakaran tidak sempurna juga memicu munculnya deposit kotoran dalam ruang bakar. Kondisi ini dapat meningkatkan suhu mesin dan mempercepat keausan komponen.

Jika dibiarkan, risiko kerusakan serius seperti turun mesin pun tidak bisa dihindari. Biaya perbaikan yang tinggi tentu menjadi konsekuensi yang merugikan pemilik kendaraan.

Untuk menjaga performa tetap optimal, mobil hybrid Toyota umumnya membutuhkan bahan bakar dengan RON minimal 91 yang sesuai rekomendasi Toyota, atau lebih tinggi lagi.

Pengguna dapat mengecek rekomendasi tersebut melalui buku manual kendaraan, atau bisa berkonsultasi langsung dengan service advisor pada diler-diler resmi Auto2000.

Dengan menggunakan BBM yang tepat bukan hanya menjaga performa, tapi juga membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar dalam jangka panjang. [dpid/TH]

Previous articleLoyalis Honda Vario Jakarta Makin Solid Lewat Kegiatan ini
Next articleLebaran Usai, Saatnya Manjakan ‘Kuda Besi’ yang Sudah Berjuang Habis-habisan