Jangan Gas Sambil Rem di Tanjakan, Komponen CVT Bisa Rusak

DAPURPACUID – Banyak pengendara motor matic mengandalkan teknik ‘setengah gas’ sembari menekan tuas rem kiri dan kanan saat berhenti di tanjakan agar motor tidak mundur.

Sekilas teknik ini mirip “setengah kopling” di motor manual dan terasa aman. Tapi cara ini justru menyimpan risiko besar terhadap komponen CVT (Continuously Variable Transmission).

Jika kombinasi gas dan rem secara bersamaan dilakukan terus-menerus, bukan tidak mungkin kerusakan muncul lebih cepat dari yang seharusnya.

Pada motor matic, sistem CVT bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal. Saat gas diputar, kampas ganda akan mengembang dan mencengkram mangkok kopling untuk menyalurkan tenaga ke roda.

Namun saat tuas rem ditekan bersamaan dengan gas, maka kampas ganda tetap berusaha mencengkram. Sementara roda ditahan oleh sistem pengereman agar tetap diam.

Maka yang terjadi yaitu gesekan ekstrem tanpa pergerakan optimal. Akibatnya, komponen CVT bekerja pada kondisi tidak ideal dan mengalami tekanan berlebih. Berikut dampak buruknya:

Baca juga:  Honda New Stylo 160 Spesial Burgundy, Makin Retro dan Mewah

1. Kampas Ganda Cepat Aus: Gesekan terus-menerus tanpa cengkraman sempurna membuat kampas cepat habis atau bahkan terbakar.

2. Overheat di Ruang CVT: Panas berlebih dapat menyebabkan kerusakan lanjutan seperti:

– Permukaan kampas ganda mengeras (glazing) atau habis tidak rata;
– Mangkok kopling berubah bentuk atau memuai;
– Komponen karet seperti seal ikut terdampak alias rusak;

Jika tercium bau gosong saat melewati tanjakan, itu tandanya komponen CVT sedang mengalami overheating.

3. Muncul Gejala ‘Gredek’: Kerusakan pada permukaan kampas dan mangkok kopling akan menimbulkan getaran saat motor mulai jalan. Kondisi ini dikenal sebagai ‘gredek’ dan sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

Cara Aman Berhenti di Tanjakan

Untuk menghindari kerusakan CVT, ubah kebiasaan berkendara dengan teknik yang lebih aman. Pertama, tutup gas penuh saat berhenti dan gunakan rem belakang untuk menahan posisi motor.

Manfaatkan fitur seperti Smart Parking Brake Lock jika tersedia. Saat mulai jalan, lepas rem sambil menarik gas secara halus. Dengan cara ini, sistem CVT dapat bekerja optimal tanpa tekanan berlebih.

Baca juga:  Wahana Artha Group Bagikan 1.500 Sembako dan Donor Darah

Jika motor mulai terasa bergetar yang menjalar hingga ke setang, kehilangan tenaga, atau bahkan muncul bau hangus, itu tanda-tanda komponen CVT perlu segera diperiksa.

Lakukan pengecekan di bengkel resmi seperti AHASS agar mendapatkan penanganan tepat dengan standar pabrikan. Perawatan rutin, termasuk pembersihan CVT dan pengecekan komponen, sangat penting untuk menjaga performa tetap optimal.

Kebiasaan kecil seperti menahan gas sambil mengerem ternyata memiliki dampak besar pada motor. Dengan teknik berkendara yang benar, komponen CVT bisa lebih awet dan performa motor tetap terjaga.

Lebih baik mencegah daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan. Berkendara dengan cara yang tepat bukan hanya menjaga motor, tetapi juga meningkatkan keselamatan di jalan. [dpid/TH]

Previous articleWeRideAsOne 2026: Parade Global Ducati Sambut 100 Tahun
Next articleTruk Listrik Rambah Industri Tekstil, Hemat BBM Hingga 40%