Truk Listrik Rambah Industri Tekstil, Hemat BBM Hingga 40%

DAPURPACUID – Di tengah fluktuasi harga energi global, PT Primarajuli Sukses (PRS) mulai mengadopsi kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistiknya.

Langkah yang diambil oleh anak usaha PT Ever Shine Tex ini difasilitasi oleh KALISTA sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial terintegrasi.

Seperti diketahui, fluktuasi pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) secara tidak langsung mulai dirasakan sektor logistik di Indonesia. Terlebih bila jam terbang distribusinya tinggi.

Atas dasar inilah pemanfaatan kendaraan listrik diklaim mampu memangkas efisiensi energi hingga menembus angka 40 persen, sekaligus menekan emisi operasional.

Perubahan ini menandai babak baru sektor logistik nasional yang mulai meninggalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil di tengah ketidakpastian global.

Implementasi kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar uji coba, melainkan strategi bisnis untuk menjaga efisiensi termasuk dalam keberlanjutan operasional.

Transformasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission 2060.

Saat ini, sekitar 70 persen kebutuhan energi ditopang dari sumber terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit berbasis gas.

Pada implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service berbasis operating lease dari KALISTA, memungkinkan perusahaan beralih ke kendaraan listrik tanpa investasi awal, karena kepemilikan armada berada di pihak penyedia.

Sehingga, PRS dapat fokus pada operasional distribusi, sementara seluruh aspek teknis mulai dari pemeliharaan, layanan purna jual, hingga integrasi sistem berbasis IoT ditangani oleh KALISTA.

Direktur Ever Shine Group, Michael Sung menuturkan, langkah yang diambil oleh perusahaan merupakan respons langsung terhadap tantangan kelangkaan pasokan BBM.

Sebelumnya, kata Michael, sudah melakukan uji coba bersama KALISTA untuk dua tipe truk yang digunakan, dengan hasil yang positif. Tercatat, penghematan yang didapat hingga 40 persen.

“Penggunaan enam truk listrik ini untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung kepada end customer kami seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger,” jelasnya.

“Mendukung pengembangan mobilitas berbasis EV secara menyeluruh, kami menghadirkan satu unit shuttle karyawan yang juga dioptimalkan untuk pengiriman barang saat tidak digunakan,” tambahnya.

Performa Truk Listrik dan Efisiensi Operasional

Adapun armada yang digunakan untuk operasional logistik PRS terdiri dari 4 unit Foton E-Miller, dengan kapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton.

Termasuk 2 unit Foton E-Aumark dengan kapasitas baterai 63,75 kWh dan daya angkut hingga 2,5 ton. Keduanya mampu menempuh jarak hingga 200 km dalam sekali pengisian.

Proses pengisian daya listrik dilakukan saat waktu istirahat dengan durasi sekitar 40 menit (20%–80%), sehingga tidak mengganggu operasional untuk rute yang ditempuhnya.

Sebelum memulai operasionalnya, pengisian awal dilakukan di fasilitas SPKLU milik PRS di Tigaraksa, didukung jaringan charging KALISTA di sepanjang rute Jakarta–Bandung.

Secara keseluruhan, hasil uji coba menunjukkan performa positif. Penghematan biaya energi mencapai 40 persen per bulan dan pengurangan emisi mencapai 30 persen, sementara efisiensi biaya operasional secara keseluruhan tercatat hingga 27 persen per bulan.

Seluruh armada terintegrasi dengan sistem Fleet Management System KALISTA, K-Move Dashboard, yang memungkinkan pemantauan real-time dan analisis operasional secara menyeluruh.

Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, Yoga Adiwinarto menyebut, kolaborasi ini sebagai bukti bahwa kendaraan listrik mampu menjawab tantangan efisiensi logistik modern.

Menurutnya, selain lebih efisien secara energi, adopsi EV di sektor tekstil ini berpotensi menjadi benchmark bagi industri lain dengan kebutuhan distribusi serupa.

“Dengan hasil ini, kami mengajak perusahaan logistik lain untuk memulai transisi ke EV bersama KALISTA lewat dukungan ekosistem terintegrasi dari perencanaan hingga operasional,” tutup Yoga.

Seiring meningkatnya tekanan biaya energi dan tuntutan keberlanjutan, model logistik berbasis kendaraan listrik diprediksi akan semakin luas diadopsi di Indonesia. [dpid/TH]

Previous articleJangan Gas Sambil Rem di Tanjakan, Komponen CVT Bisa Rusak
Next articleiCAR V23 Jadi SUV Listrik Terbaik Versi J.D. Power 2026