DAPURPACUID – Popularitas Toyota di segmen mobil elektrifikasi kian menguat lewat hadirnya New Veloz Hybrid EV, yang diklaim menawarkan efisiensi BBM tinggi dan rendah emisi.
Termasuk kenyamanan berkendara khas kendaraan keluarga modern. Namun di balik teknologi canggihnya, ada hal sederhana yang kerap luput dari perhatian para pemilik.
Adalah perawatan sistem pendingin baterai. Padahal, komponen tersebut berperan krusial dalam menjaga performa dan usia pakai kendaraan hybrid tetap optimal.
Bagi Anda yang berencana memiliki atau sudah menggunakan Veloz Hybrid perlu memahami aspek perawatan kendaraan, termasuk baterai sebagai sumber energi utama motor listrik.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara menuturkan, adanya program T-CARE, praktis pemilik New Veloz Hybrid EV tak perlu memikirkan biaya jasa dan parts servis berkala.
“Tapi, pemilik tetap harus memahami perawatan kendaraan agar memberikan kinerja maksimal, khususnya urusan HV (High Voltage) battery guna menggerakkan motor listrik,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Toyota New Veloz Hybrid EV dibekali baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 0,7 kWh yang mampu menghasilkan tenaga 79 hp pada motor listrik.

Teknologi tersebut berkontribusi pada efisiensi bahan bakar yang meningkat signifikan dibandingkan versi bensin konvensional. Menariknya, baterai hybrid ditempatkan di bawah jok penumpang depan.
Posisi ini menjaga keseimbangan bobot kendaraan sekaligus tidak mengganggu ruang kabin maupun bagasi, konsep yang juga diterapkan pada Kijang Innova Zenix Hybrid EV.
Sebenarnya tak ada perawatan rutin khusus yang wajib dilakukan pada baterai hybrid-nya. Tinggal serahkan pengecekan baterai saat melakukan servis berkala, dan teknisi bengkel Auto2000 akan memastikan baterai dalam kondisi prima.
Sistem Pendingin Berbasis Udara
Berbeda dari mobil listrik murni, sistem pendingin baterainya mengandalkan udara dari kabin (air cooled system). Udara dialirkan lewat saluran khusus (air intake duct) menggunakan blower untuk menjaga suhu baterai tetap stabil.
Kisi udara pendingin ini berada di bawah jok penumpang depan. Meski terlihat sepele, komponen ini memiliki peran vital dalam menjaga suhu kerja baterai agar tetap dalam batas ideal.
Masalah muncul saat kisi udara tertutup, baik oleh barang bawaan maupun karpet tambahan. Kondisi ini bisa menghambat aliran udara, sehingga sistem pendingin tidak bekerja maksimal.
Akibatnya, suhu baterai bisa meningkat dan berpotensi menyebabkan overheat. Jika dibiarkan, performa baterai akan menurun, baik saat proses pengisian (charge) maupun penggunaan (discharge).

Lebih jauh lagi, kondisi ini dapat memicu indikator peringatan pada panel instrumen. Jangan pernah menutup air intake duct HV baterai New Veloz Hybrid EV atau mobil Toyota Hybrid EV lain.
Dalam skenario terburuk, baterai tidak mampu menyimpan energi dengan baik, sehingga mesin bensin akan bekerja lebih sering dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Untuk mencegahnya, pemilik disarankan rutin melakukan servis berkala di bengkel resmi. Teknisi akan melakukan pengecekan, termasuk membersihkan filter pendingin dan memastikan sistem bekerja optimal.
Selain itu, pengguna juga perlu memastikan kisi udara tidak tertutup dan tetap bersih dari debu maupun kotoran, yang akan menghambat alirannya.
“Serahkan perawatan HV baterai dan perangkat pendukung lainnya dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi Auto2000,” tutur Tara dalam siaran resminya.
“Teknisi akan membantu membersihkan saringan saluran pendingin dan cooling blower filter sebagai penyaring udara, yang akan dialirkan untuk mendinginkan baterai, serta cairan pendingin inverter, agar selalu berada pada suhu kerja yang pas untuk mencegah terjadinya overheat,” pungkasnya.
Dengan perawatan yang tepat, New Veloz Hybrid EV tak hanya menawarkan efisiensi, tapi juga daya tahan dan performa yang tetap terjaga dalam jangka panjang. [dpid/TH]

